Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Tiras Science Olympiad's)
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Tiras Science Olympiad's)

Tantangan Hari ke-1864

#TantanganGurusiana-6

***

Menjelang perhelatan seleksi Olimpiade, dimulai dari tingkat Kabupaten, semua anggota tim yang sebelumnya telah menyiapkan diri, langsung diberikan kesempatan untuk meninggalkan kelas dan difokuskan untuk persiapan lomba. Kewajiban belajar di dalam kelas bukan berarti tidak dilaksanakan, tapi dialihkan dalam bentuk kegiatan persiapan lomba, kalau bahasa gaulnya anak-anak "karantina" khusus tim Olimpiade Sains.

Jangan ditanya seperti apa mereka belajar menyiapkan diri menghadapi lomba. Saya sering menyebut mereka anak "autis" dalam versi keren. Bukan bermaksud negatif, karena kesibukan mereka dalam belajar tidak terganggu oleh "keusilan" temannya yang lain. Semua sibuk dengan dirinya masing-masing. Bagi yang sudah merasakan kelelahan, biasanya mereka punya caranya masing-masing meluapkan perasaannya. Intinya tidak ada yang merasa terusik. Malah memunculkan suasana baru yang penuh semangat.

Sepertinya, untuk kesiapan lomba atau seleksi berjenjang tingkat Kabupaten, biasanya pada era sebelum Covid-19 menyerang negeri Konoha, pelaksanaan seleksi tingkat Kabupaten dilakukan secara tatap muka alias ujian berbasis kertas. Dengan pengawasnya melibatkan beberapa guru dari berbagai sekolah. Sehingga tingkat kejujurannya bisa dipertanggungjawabkan. Lalu hasil dari seleksi yang dilakukan di 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, dikoreksi secara bersama oleh tim Pembina Olimpiade Sains provinsi Jambi.

Sebagai pembina, pendamping dan juga terlibat sebagai tim pemeriksa lembar jawaban, maka sudah barang tentu selain memberikan tugas kepada anak, untuk tetap menjunjung tinggi kejujuran. Tidak ada gunanya lulus ke tahap berikutnya (provinsi), jika dilakukan dengan cara curang. Tidak ada kebanggaan bagi seorang anak yang meraihnya dengan cara yang tidak baik. Apapun hasilnya saat saya melakukan tugas memeriksa lembar jawaban semua peserta dari setiap kabupaten/kota, maka semuanya bermuara pada meninggikan kejujuran dan integritas. Sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Hasil seleksi tingkat kabupaten/kota, walaupun sudah tersimpan rapi didalam laptop, tidak pernah sedikitpun saya bocorkan kepada anak, sampai nanti sudah diumumkan secara resmi oleh panitia provinsi/panitia dari Dinas Pendidikan Provinsi. Mereka hanya tahu, bahwa maksimal setiap cabang maksimal 3 orang untuk satu sekolah. Walaupun 5 orang siswa yang mengikuti seleksi tingkat kabupaten, maka tetap diperingkat untuk mengambil 3 orang terbaik. Sehingga setiap anak sudah siap dengan hasil yang nantinya akan diumumkan oleh panitia.

Menanamkan nilai kejujuran dan menjaganya sebagai sebuah sikap hidup, terus menerus saya sampaikan kepada anak-anak. Sikap jujur akan memberi warna bagi mereka dikemudian hari. Karena tidak satupun ada yang suka dengan orang yang tidak jujur. Dengan menjaga kejujuran dan mempertahankannya, akan memberikan banyak jalan kemudahan bagi anak meraih prestasi terbaiknya, baik di sekolah maupun nanti saat melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.

(Bersambung)

***

~~ Pojok Ruang VIP, 210225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post