Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Tiras Science Olympiad's)
Ilustrasi gambar: Meta AI

Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Tiras Science Olympiad's)

Tantangan Hari ke-1863

#TantanganGurusiana-6

***

Untuk menguji ketulusan hati, maka jangan pernah menerima pemberian apapun dari orang tua siswa, selama anaknya masih berada dibawah asuhan kamu. Biarlah semuanya berjalan dan mengalir apa adanya. Andaikan ada yang mencoba melakukan upaya untuk memberikan hadiah atau apapun namanya, hindari dan tolaklah dengan cara yang baik. Itulah pesan yang disampaikan Ayah kepada saya saat pertama menjadi guru.

Jika sudah tidak ada cara untuk menolak dan menghindar, maka niatkan saja bahwa pemberian itu sedekah yang harus diteruskan kepada orang lain. Jangan dinikmati sendiri. Apalagi dianggap sebagai sebuah kesempatan dan keharusan, karena anaknya sudah diberikan bimbingan dan layanan yang baik. Bukankah itu sudah menjadi bagian dari tugas kamu sebagai sebagai guru. Jika kamu sampai berharap diberikan hadiah, maka niatnya sudah bergeser, bukan lagi karena Allah. Tapi karena ingin mendapatkan penghargaan dari orang tua siswa.

Berangkat dari nasihat Ayah dan Emak, maka sampai sekarang saya berusaha untuk tidak menerima apapun dari orang tua siswa. Selama tiga tahun anaknya di sekolah, sayapun berusaha menghindari interaksi yang terlalu berlebihan terhadap orang tua siswa. Cukup sekadarnya saja. Tidak perlu juga bersedih hati apalagi "baperan" saat anaknya tamat, lalu tidak ingat sama sekali dengan saya sebagai gurunya di sekolah.

Lalu bagaimana dengan anak-anak hebat, yang interaksinya dengan saya hampir sama dengan kedua orang tuanya di rumah. Bahkan saya lebih banyak tahu detail bagaimana anak tersebut dari pada orang tuanya. Wajar saja, lah anaknya berada di sekolah berasrama. Tentu interaksi anak dengan saya jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang tuanya. Namun tetap saya selalu sampaikan kepada anak-anak. Jangan pernah memberikan sesuatu kepada saya dalam bentuk apapun. Karena pemberian tersebut sekalipun diberikan dengan sangat ikhlas tanpa maksud lain yang terselubung, tetap saja akan merusak hati. Karena tidak ada yang tahu apa yang tersembunyi didalam hati kita.

Selama berada di sekolah dan masih dalam masa pembimbingan saya, maka sampai sejauh ini belum pernah mau menerima apapun dari orang tua anak-anak. Kecuali untuk satu hal yang berbeda. Maka akan ada pengecualian. Karena sejak awal sudah dijelaskan kepada mereka, tetap saja ada yang coba-coba melakukan pelanggaran. Untungnya masih bisa diselesaikan secara adat. Hadiah tersebut saya kembalikan semuanya kepada setiap anak. Jangankan membawa pulang, menyentuhnya saja saya tidak akan mau.

Mengajarkan integritas itu bukan dengan kata-kata. Tapi dengan tindakan nyata dan terus menerus dilakukan. Sampai nanti semua akan terbiasa dan paham dengan tindakan yang saya lakukan. Jika mereka sudah tamat? Itu lain cerita. Mereka bukan lagi sebagai siswa, tapi seorang anak kepada ayahnya. Lalu di sekolah? Ada jabatan lain selain sebagai ayahnya anak-anak, tapi juga sekaligus sebagai gurunya di kelas/sekolah. Maka pemberian hadiah adalah pelanggaran yang harus selalu dihindari dan dijauhi.

(Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 200225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post