Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
1881 itu Istimewa
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

1881 itu Istimewa

Tantangan Hari ke-1881

#TantanganGurusiana-6

***

Perjalanan kali ini bukanlah perjalanan biasa. Perjalanan yang mengingatkan kembali saya dengan anak-anak yang berhasil mencatatkan namanya sebagai peserta Asean Astronomy Camp (AAC), yang diselenggarakan oleh National Astronomy Research Institute of Thailand (NARIT).

Kegiatan ini pertama kali diikuti oleh dua orang siswa angkatan XXI, atas nama Lulu Intan Fatmawati dan Niken Pusparani Putri Progresia pada tahun 2016. Jadwal pelaksanaan kegiatan AAC pada waktu bulan Januari 2016. Kondisi cuaca di sana waktu itu sangat bersahabat. Langit seolah-olah sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan. Sehingga tidak ada sedikitpun awan. Ini sangat menguntungkan dalam pengamatan Astronomi.

Milyaran bintang di langit, menjadi hiasan sepanjang malam. Hanya saja, saat kegiatan di puncak Doi Inthanon, suhunya sungguh luar biasa untuk peserta yang berasal dari daerah panas seperti Indonesia. Saat tengah malam, suhunya mendekati angka 6°C. Begitu juga saat kegiatan sebelum masuk waktu subuh. Sementara saya terbiasa mandi pagi sebelum subuh.

Sebelum kegiatan dimulai, saya harus menikmati mandi pagi dengan suhu air shower yang hanya 16°C. Apakah tidak ada alat pemanas? Tentu saja ada dan sangat lengkap. Cuman karena tidak terbiasa dengan suhu yang berbeda jauh dengan suhu lingkungan, maka cara paling jitu adalah menyesuaikan suhu air dengan suhu lingkungan.

Tahun kedua (2017), kembali hadir di ajang yang sama, AAC-2017. Dengan pesertanya hanya satu orang, Siti Sulistiana Angkatan XXII. Tentu saja juga hadir peserta lainnya dari SMANU MHT Jakarta, SMA Labschool UPI dan SMAN 1 Garut. Dengan pendamping nasional ditunjuk oleh panitia NARIT saya dari SMAN Titian Teras. Berangkatnya juga saya ajak bersama dengan menyesuaikan jadwal terbang Jakarta -Chiang Mai via Don Mueang (DMK).

Tahun berikutnya 2018, kembali menapaki kaki ke kota Chiang Mai. Yang ikut sebagai peserta adalah M. Rafly Rafsanjani (Angkatan XXIV) dan Dwi (Angkatan XXIII). Mereka menjadi wakil dari sekolah dalam ajang AAC-2018 bersama NARIT. Bersama mereka ada siswa dari Medan (Mbak Fira) dan dari Kepulauan Riau. Kegiatan ini pula mempertemukan saya dengan anak hebat, yang sekarang menekuni bidang Astronomi dan Astrofisika, S1 di UC Barkeley, sekaligus juga mendapatkan beasiswa S2-S3 dengan bidang yang sama.

Setelah Covid melanda hampir seluruh penjuru dunia, kegiatan Asean Astronomy Camp (AAC) ditiadakan. Baru Januari kemarin, mendapatkan informasi dari Dosen Asrtronomi ITB, bahwa sampai akhir Januari 2025 berkas harus sudah dikirimkan ke panitia. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk kembali hadir sebagai peserta atas nama Khalishah Mutiara Alhuda (Angkatan XXX) dan saya sebagai pendamping dari utusan Indonesia. Serunya lagi, proses keberangkatan bersamaan dengan hari ke-1881 menulis tanpa henti bersama Gurusiana, apalagi kegiatan ini bersamaan dengan bulan Ramadhan.

Sungguh seru dan mengasyikkan, bisa terus menulis dan memberikan sedikit apa yang bisa dilakukan. Semoga semangat untuk menulis terus terpatri dalam hati. Apalagi selama lebih kurang satu minggu mengikuti kegiatan AAC, tentu saja ada banyak harapan yang bisa dituangkan menjadi tulisan. Jangan lupa ya, berkunjung ke akun Gurusiana.

***

~~ Cengkareng, 100325 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post