Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Akhirnya Air Mata itu Tumpah
Ilustrasi gambar: Republika.id

Akhirnya Air Mata itu Tumpah

Tantangan Hari ke-1877

#TantanganGurusiana-6

***

Tawa renyah menyambut hadirnya waktu berbuka

Dengan hidangan lengkap layaknya sebuah pesta

Raungan bunyi sirene menandakan waktunya tiba

Hening tanpa suara menikmati hidangan yang sudah tertata

*

Namun di sudut gang sempit yang kumuh

Duduk sosok tua renta yang berpakaian lusuh

Ia yang saban hari selalu berpuasa dengan tanpa sahur dan berbuka

Akhirnya air mata itu tumpah karena begitu kejamnya kita

*

Aroma masakan yang terhidang dengan berbagai hiasan

Seolah pajangan kaum bangsawan yang menjamu undangan

Tawa dan cerita berkisah tentang bahagia dan sukses yang dicapai

Sembari menanti bunyian pertanda berbuka sudah dimulai

*

Di emperan toko itu berbaring tubuh ringkih tak terurus

Menanti uluran tangan penuh kasih yang tak pernah digapai

Akhirnya air mata itu tumpah atas diri yang tak pernah tulus

Mengingat diri yang tak pernah serius berbagi dan bahkan sering lalai

*

Duhai diri yang tak pernah puas dengan apa yang telah dicapai

Biarkanlah air mata itu tumpah sampai pedih itu usai

Agar peduli itu hadir tanpa perlu bujuk rayu

Agar diri yang lemah ini tak lagi duduk termangu dengan lagu sendu

***

~~ Mendalo Mas, 060325 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post