Akhirnya Air Mata itu Tumpah
Tantangan Hari ke-1877
#TantanganGurusiana-6
***
Tawa renyah menyambut hadirnya waktu berbuka
Dengan hidangan lengkap layaknya sebuah pesta
Raungan bunyi sirene menandakan waktunya tiba
Hening tanpa suara menikmati hidangan yang sudah tertata
*
Namun di sudut gang sempit yang kumuh
Duduk sosok tua renta yang berpakaian lusuh
Ia yang saban hari selalu berpuasa dengan tanpa sahur dan berbuka
Akhirnya air mata itu tumpah karena begitu kejamnya kita
*
Aroma masakan yang terhidang dengan berbagai hiasan
Seolah pajangan kaum bangsawan yang menjamu undangan
Tawa dan cerita berkisah tentang bahagia dan sukses yang dicapai
Sembari menanti bunyian pertanda berbuka sudah dimulai
*
Di emperan toko itu berbaring tubuh ringkih tak terurus
Menanti uluran tangan penuh kasih yang tak pernah digapai
Akhirnya air mata itu tumpah atas diri yang tak pernah tulus
Mengingat diri yang tak pernah serius berbagi dan bahkan sering lalai
*
Duhai diri yang tak pernah puas dengan apa yang telah dicapai
Biarkanlah air mata itu tumpah sampai pedih itu usai
Agar peduli itu hadir tanpa perlu bujuk rayu
Agar diri yang lemah ini tak lagi duduk termangu dengan lagu sendu
***
~~ Mendalo Mas, 060325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
