Kisah Mudik dan Kemuliaan
Tantangan Hari ke-1899
#TantanganGurusiana-6
***
Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, bahwa kegiatan mudik ke kampung halaman dilaksanakan hari Rabu, 26 Maret 2025. Hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh anak gadis sejak liburan sekolah. Bagi kita, mudik bukan sekadar hadir dan berkumpul bersama keluarga saat hari baik seperti lebaran. Tapi ada makna yang jauh lebih dalam.
Pulang kampung, bagi sebagian orang ada yang tidak bisa mereka dilakukan sama sekali sejak ia hadir di dunia ini. Kok bisa, ya jelas saja bisa. Karena semua keluarganya tinggal di kota, alias tidak punya kampung halaman seperti yang lain. Apalagi semuanya memang tinggal di tempat yang sama dan tidak ada yang merantau. Jadi bingung kan. Mau mudik ke mana.
Kembali ke kisah perlunya mudik di hari baik dan bulan baik. Selain berkumpul bersama keluarga besar, tentu saja niat utamanya adalah memuliakan kedua orang tua (bagi yang orang tuanya masih hidup). Juga termasuk didalamnya adalah mertua. Karena sejatinya adalah juga menjadi orang tua kita setelah kita menikahi anaknya. Hal ini ditandai dengan bersalaman dengan Ayah dan Ibu mertua tidak membatalkan wudhu. Sampai kapanpun, mereka tetap menjadi orang tua kita.
Walaupun kedua orang tua telah tiada, hadir ke rumah peninggalannya, lalu berziarah dan mendoakan mereka di pusaranya, tentu saja hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tradisi itu pula yang selalu saya lakukan. Bersama anak istri berkunjung ke rumah peninggalan orang tua, berkumpul bersama dengan kakak dan adik di rumah, menambah semarak suasana. Tentu saja tidak lupa bersama-sama mengirimkan doa kepada kedua orang tua yang telah tiada.
Perjalanan hari inipun, juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari niat utama mudik. Bukan perjalanan biasa, tapi perjalanan bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Perjalanan yang dalam perkiraan ditempuh dalam waktu lebih kurang 8-10 jam. Entah karena memang didukung oleh niat yang tulus ikhlas, bertolak pukul 07.30 dari SPBU depan Komplek Mendalo Mas, menunaikan shalat Zuhur saat berada di daerah Sungai Manau, Kabupaten Merangin.
Usai shalat, langsung melanjutkan perjalanan. Tanpa terasa sudah memasuki wilayah Kerinci. Ditandai dengan tulisan Selamat Datang di Kabupaten Kerinci. Artinya, sebentar lagi akan sampai ke rumah. Namun tidak lupa mampir di jembatan yang baru dibangun, tepat di atas sungai yang menjadi bagian utama Dam PLTA Kerinci. Sejenak mengambil gambar, lalu perjalanan kembali dilanjutkan. Akhirnya sampai di Villa Mertua Indah di Desa Koto Tengah, Kecamatan Danau Kerinci saat azan Ashar berkumandang.
***
~~ Danau Kerinci, 270325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
