Menelisik Suasana Hati
Tantangan Hari ke-1900
#TantanganGurusiana-6
***
Setiap perjalanan mudik, seringkali dihadapkan dengan berbagai kisah yang tak bisa dilepaskan saja dari ingatan masa lalu. Perjalanan jauh Jambi - Kerinci dengan jarak hanya 420 km, bukanlah perjalanan biasa saja. Mudik lebaranpun, bukanlah menjadi tujuan utama. Karena setiap liburan sekolahpun, tetap berusaha untuk pulang kampung. Memuliakan kedua orang tua dan berziarah ke makam Ayah dan Emak yang telah tiada.
Setiap tempat yang dilewati juga menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan zaman dahulu kala. Pembangunan rumah dan jalan yang terus berkembang, membuat yang lama tidak pulang kampung akan terasa berbeda. Apalagi berpapasan dengan anak-anak dan yang sudah remaja. Hampir bisa dipastikan tidak satupun ada yang kenal, apalagi nama mereka.
Kehadiran setiap di kampung halaman, membuat berbagai kenangan muncul kembali. Kisah sedih dan bahagia bermunculan seperti tumbuhnya kecambah dimusim hujan. Mungkin inilah makna pesan dari Almarhum Ayah. Menjadi manusia itu harus memberi manfaat dan teruslah berbuat baik. Agar suatu masa, kebaikan yang kita lakukan akan teringat kembali. Bukan untuk menghitung-hitung kebaikan. Bisa dibayangkan, jika selama hidup kita bukanlah ahli kebaikan. Maka setiap kisah itu diingat, maka akan melahirkan sesal yang tak berujung.
Bagi yang bisa menelisik hatinya, maka ia akan terus berjuang melawan keburukan yang pernah ia lakukan, lalu menggantinya dengan berbuat baik. Demikian juga dengan hal baik. Maka menjadi kewajiban setiap diri untuk terus berada dijalan kebaikan. Momen Ramadhan ini pula, cara setiap diri mengevaluasi diri. Kebaikan apa yang pernah dilakukan, lalu menanamkan dalam diri untuk terus berada di jalan kebaikan.
Mengingat kesalahan yang pernah dilakukan, lalu menjadi pengingat diri pula untuk tidak akan pernah mengulang kembali. Sekecil apapun kesalahan, harus menjadi pelajaran terbaik bagi diri. Karena Allah masih memberikan kesempatan hidup kepada kita, untuk menebus kesalahan tersebut dengan banyak melakukan kebaikan.
Menelisik suasana hati, menjadi rahasia yang takkan pernah terkuak, kecuali yang bersangkutan menceritakan apa yang pernah ia alami sebelumnya, baik terkait hal baik maupun hal yang buruk yang pernah ia alami atau mungkin juga yang pernah ia lakukan sebelumnya. Lalu mengubahnya dengan berbagai hal baik dalam hidupnya sekarang dan di masa yang akan datang. Ada pelajaran berharga juga bagi generasi berikutnya, agar mengambil pelajaran untuk dirinya.
Menjadi orang baik dan gemar melakukan kebaikan adalah sebuah keharusan. Jangan rusak diri sendiri hanya karena memperturutkan hawa nafsu. Ingat, jika merasa hebat lalu sombong, bukankah Iblis adalah makhluk ciptaan Allah yang pintar dan sangat taat kepada Allah, di dicampakkan dari surga, karena menyombongkan diri terhadap Nabi Adam yang Allah ciptakan dari tanah. Jadi kemuliaan sejati adalah dengan memuliakan orang lain. Begitulah cara menelisik hati, agar terjaga dari kesombongan dan terhindar dari keburukan.
***
~~ Pinggiran Danau Kerinci, 280325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
