Pemimpinnya Menyintai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Tantangan Hari ke-1886
#TantanganGurusiana-6
***
Pernah satu waktu saya bertanya kepada salah satu (eh maksudnya salah banyak), para staf dan petinggi Narit. Walaupun dengan bahasa Inggris yang sangat terbatas (waktu bingung mau ngomong apa, ya tinggal senyum lalu sejenak memikirkan lagi apa yang mau diucapkan, bereskan). Kenapa pengembangan teknologi di negara mereka terus dan terus berkembang. Seolah tidak ada masalah ekonomi atau apa begitu, seperti di negeri sebelah (boleh dong membandingkan, walaupun ada lagu Ojo di Bandingke).
Jika ingin menjadi baik, maka lihatlah orang yang lebih baik dari kita, bukan membandingkan dengan yang lebih buruk, maka selamanya kita merasa baik dan bahkan lebih baik. Padahal aslinya tidak jauh lebih baik dari orang lain, bahkan yang ada malah lebih buruk. Apalagi melihat negara tetangga yang seperti tiada hentinya berinovasi. Kita masih bergeming. Malah ada yang membandingkan negaranya yang besar dengan negara kecil yang baru merdeka. Apa tidak konslet namanya.
Melihat perkembangan dahsyat negeri Gajah Putih mengembangkan teknologi Astronomi, perlu menjadi catatan penting. Jika membandingkan jumlah orang hebat dibidang ini, negeri sebelah malah jauh lebih banyak. Tidak jarang, bahkan sangat sering mereka (Narit) mengadakan kegiatan dan yang diundang sebagai tim ahli dalam bahasan tersebut adalah tim Astronomi negeri sebelah. Anehnya, justru mereka bergerak mirip seperti iklan salah satu perusahaan otomotif Jepang. Selalu di depan.
Saya teringat kembali dengan kegiatan AAC tahun 2016, dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Lalu panitia bertanya, siapa saja peserta dari Indonesia. Lalu kita secara spontan mengangkat tangan. Panitia melanjutkan pembicaraannya, bahwa mereka (Narit) akan hadir di Ternate bulan Februari 2016. Mereka menanyakan kartu data yang sinyalnya sangat baik. Karena sangat penting bagi tim Narit selama berada di Ternate.
Satu hal yang membuat kita dari Indonesia terkesima. Ternyata yang datang ke Ternate bukan hanya tim Narit saja, tapi juga ikut hadir sang Putri Raja dan beberapa keluarga istana. Kalau sudah demikian, sangat wajar negeri tetangga kemajuan pendidikannya tidak bisa kita kejar. Pemimpinnya penyinta ilmu, maka ketokohannya menjadi idola dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Jika sebaliknya pemimpinnya adalah orang yang rakus harta dan jabatan serta tidak "berpendidikan," maka kehancuran pula yang akan dihasilkannya.
Semoga sedikit dari apa yang selama kegiatan AAC 2025 dilaksanakan, kemudian kilas balik kegiatan yang sama sejak tahun 2016-2018, selalu menjadi catatan yang sama. Bahwa untuk memajukan pendidikan dan kesehatan rakyat, memang harus orang yang memiliki kehebatan akademik dan kejujuran serta integritas baik, baru semuanya bisa dirasakan. Tetap semangat untuk terus bermimpi, tapi ingat, segera bangun kembali lalu berbuat yang terbaik untuk kemajuan negeri. Semoga.
***
~~ Astronomer's Lodge, Doi Inthanon National Park, 150325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
