Selalu Ada Cerita Bersama Mereka (Edisi Ramadhan)
Tantangan Hari ke-1874
#TantanganGurusiana-6
***
Menjalani pendidikan di sekolah berasrama saat bulan Ramadhan, bagi sebagian besar anak adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Jika menilik suasana belajar di kelas, sebenarnya lebih pada penguatan materi saja, tidak bisa dipaksakan seperti hari biasa. Karena jam tatap mukanya jelas berkurang dari sebelumnya 45 menit menjadi 35 menit, bahkan ada sekolah yang jam tatap muka selama Ramadhan hanya 30 menit.
Karena pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada saat siswa dalam kondisi berpuasa, penekanannya pada pemahaman konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Apalagi yang menerapkan kurikulum merdeka, sangat bisa jadi materinya telah tuntas sebelum hadirnya bulan Ramadhan. Jika sudah demikian, agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan baik dan efektif, maka meninjau kembali materi sebelumnya dan atau mengajak siswa mendesain kegiatan diskusi kelompok membahas hal baru dari materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Keluar dari topik materi ajar saat Ramadhan. Biasanya, jika diajak diskusi terkait hal yang lebih dekat dengan aktivitas Ramadhan di sekolah, maka yang paling diminati dan ditunggu oleh anak-anak adalah pelaksanaan buka puasa bersama. Walaupun setiap hari, mereka melakukannya di ruang makan bersama teman-temannya, juga ikut hadir beberapa pamong yang mendapat tugas mendampingi kegiatan di ruang makan. Tapi ada hal yang berbeda yang sangat mereka tunggu di rumah gurunya.
Buka puasa bersama dengan komunitas adalah sebuah keharusan. Apalagi kegiatan buka puasa bersama dengan wali kelas. Biasanya anak-anak meminta kegiatan tersebut berlangsung di rumah dinas wali kelas masing-masing. Nah, untuk yang satu ini, saya merasakan ribet dan riweuhnya luar biasa. Bukan heboh dengan buka puasanya, tapi kehebohan anak-anak yang mau melaksanakan kegiatan tersebut. Mereka yang dulunya pernah dibawah asuhan saya sebagai wali kelas, juga mengadakan buka puasa bersama di rumah mantan wali kelas. Otomatis akan berulang-ulang siswa mengadakan buka puasa bersama.
Terbayang sudah,ada tiga angkatan yang berbeda akan mengadakan buka puasa bersama di rumah secara bergiliran. Belum lagi unit kegiatan ekstrakurikuler Olimpiade Sains yang juga tidak mau tinggal diam. Jadi suasana seperti inilah yang senantiasa mereka rindukan. Jika hanya belajar saat bulan puasa, sekolah umum lainnya juga melakulan hal yang sama. Begitu juga berbuka puasa dengan guru di sekolah adalah hal biasa mereka lakukan saat di SMP. Tapi buka puasa bersama di rumah wali kelas, di rumah guru pembina Olimpiade Sains, tentu saja ini sangat sulit ditemukan di sekolah lainnya.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 030325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
