Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Selalu Ada Cerita dari Chiang Mai
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi (Twin Pagoda, Doi Inthanon)

Selalu Ada Cerita dari Chiang Mai

Tantangan Hari ke-1885

#TantanganGurusiana-6

***

Setiap ada kesempatan mendampingi siswa dalam kegiatan Asean Astronomy Camp (AAC) di Chiang Mai Thailand, selalu saja ada cerita yang bisa diulik menjadi pelajaran dan hikmah bagi yang mau menerimanya sebagai sesuatu yang baik. Bukan pula hal yang berat dan aneh bagi kita. Hanya saja, untuk urusan yang sederhana ini, kok sangat susah ditemukan di daerah kita.

Sebenarnya bukan karena kita tidak baik, cuman karena keburukannya terlalu banyak terlihat secara kasat mata (belum lagi yang tersembunyi dibalik kamuflase dan drama berjilid-jilid yang entah kapan usainya), tapi memang begitulah adanya.

Misalnya, terkait keramahan orangnya. Ditempat kita juga ramah,sangat ramah malah. Tapi itu tadi, karena banyak pelaku yang ramahnya dadakan karena ada maunya, akhirnya manakala bertemu orang yang ramahnya agak berbeda, langsung muncul rasa yang aneh. Jangan-jangan karena ada maunya. Karena tidak biasanya ada yang mendadak ramah (nah untuk yang satu ini biasanya datangnya periodik 5 tahunan, hehe).

Saat malam pertama di Chiang Mai, mencari makanan halal di kota Chiang Mai. Eh ternyata ownernya orang Jakarta, yang ikut suaminya yang berasal dari Chiang Mai. Mengalirlah cerita kita dengan beliau. Banyak cerita tentang keunikan Chiang Mai. Baik itu tentang pendidikan, keramahan dan lain sebagainya. Lalu kita sama-sama teringat dengan negeri asal (sebut saja negeri sebelah, hehe). Kita langsung menjadi bermuram durja dibuatnya.

Ada apa dengan negeri sebelah yang makin kesini kok menjadi makin kesana. Tapi itulah hidup. Semua harus dihadapi walaupun berat. Jangankan mundur, berhenti saja kita akan digilasnya. Jadi sangat wajarkan, tiba-tiba muncul #kaburajadulu. Ini sebagai bentuk kekecewaan warganya terhadap negerinya yang sedang tidak baik-baik saja.

Setelah makanan yang kita pesan tidak kuat dihabiskan, maklum baksonya guede banget, rasanya juga enak, itu jelas tidak kuat dihabiskan, akhirnya minta tolong ke Mbaknya untuk dibungkus lalu dibawa pulang ke hotel, biar nanti dinikmati saat sahur. Sepanjang perjalanan, kepada kita kembali disuguhkan kisah menarik Chiang Mai. Bukan soal yang satunya lagi (terkait heboh gender, biarlah itu urusan mereka, yang penting bukan kita).

Saya fokus ke kelakuan siswa di sini. Bagaimana mereka memberikan penghormatan dan penghargaan kepada gurunya. Belum lagi dukungan pemerintahnya. Kalau tidak salah, tiga tahun yang lalu, Thailand menyerahkan bantuan Teleskop Dobsonian, masing-masing satu unit lengkap kepada semua sekolah di negaranya. Begitu pentingnya negara hadir memajukan pendidikan. Memberikan perhatian tumbuhkembangnya pendidikan yang berkemajuan.

Jadi tidak perlu kaget juga (kalau bahasa Brazilnya Ojo Kagetan), jika siswanya benar-benar melek teknologi, bukan sibuk nge"Games," joget-joget tidak jelas dan bahkan terjebak judol dalam bentuk games "katanya." Lalu apa yang bisa diharapkan dari generasi yang secara kepribadian sedang bermasalah, kemampuan akademiknya juga sedang tidak baik-baik saja, lalu saat mau diluruskan juga "agak" mengerikan bakalan bergesekan dengan orang tuanya. Jadi guru itu ibarat maju kena mundur kena.

Manakala guru menyerah dan kalah, eh disalahkan juga. Guru itu ngapain saja di sekolah (salah lagi kan). Begitu keras dan tegas, memang siap dan berani guru menghadapi perlawanan dari orang tua siswa. Apalagi yang punya jabatan dan kuasa yang "mengerikan" (sambil duduk termangu, apa yang akan dia hadapi berikutnya). Kalau terus menerus seperti ini, maka sangat wajarkan #indonesiagelap. Karena pendidikan di negerinya sedang tidak baik-baik saja. Mau sekolah gratis apa mau makan gratis. Entahlah. Takut makin gelap sih.

***

~~ Doi Inthanon National Park, Chiang Mai,140325 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post