Siiru fil Ardh (Berjalanlah dimuka Bumi)
Tantangan Hari ke-1882
#TantanganGurusiana-6
***
Melakukan perjalanan diberbagai tempat, sembari mengkaji apa yang terlihat dan tidak teramati, sesungguhnya itu adalah perintah Allah yang tertulis di dalam AlQuran. Tergantung bagaimana kita menyikapi setiap perjalanan di muka bumi ini.
Setiap kita melalui daerah baru, maka berbagai macam muncul dalam pikiran kita. Minimal sebuah kalimat tanya, yang memicu berbagai pertanyaan berikutnya dengan jawaban yang lebih berat dan rumit. Sebut saja misalnya kita berkunjung ke Singapura. Kok bisa harga BBM di sana murah, jauh di bawah harga negara yang menghasilkan BBM tersebut. Apa tidak pusing sebelas setengah keliling kita memikirkannya.
Demikian juga saat saya hadir dalam sebuah kegiatan di Chiang Mai. Di sana, anak-anak disibukkan dengan belajar. Karena mereka meyakini, bahwa belajar itu sangat penting untuk dirinya. Sementara di negara konoha, anak-anak disibukkan dengan joget, senam dan hal aneh lainnya. Dengan dalih agar anak-anak enjoy, santai dan tidak stres di sekolah. Apakah karena otak kita yang tidak nyambung dengan gebrakan tersebut, atau jangan-jangan ini adalah upaya sistematis, agar anak-anak di konoha bodoh dan tertinggal, sehingga gampang di tipu, dibodohi dan tentu saja gampang dimanfaatkan.
Itulah kenapa, saat saya melakukan perjalanan ke berbagai tempat, baik di konoha maupun di negara lain, yang dalam hal ini kota Chiang Mai, Thailand. Pernah satu waktu, saya bertanya ke sang Driver, kenapa jalanan yang sangat bagus di sini (sebut saja jalan tol) tidak ada pintu masuk dan keluar yang mengharuskan sopir mengeluarkan uang. Eh jawabannya membuat kuping kita panas 90°C. Di sini, raja membangun jalan untuk digunakan oleh rakyat. Bukan lalu rakyatnya bayar sewa setiap melewati jalan tersebut.
Apakah saya yang salah ya, karena terlalu banyak tanya, lalu jawabannya membuat pusing diri sendiri. Belum lagi hal lainnya, saat berkunjung ke Night Bazaar Spectaculer alias pasar malam (sebenarnya siang malam sih), mayoritas dikuasai oleh pedagang kaki lima, lalu tidak satupun ada yang dibubarkan oleh sekelompok orang yang pekerjaannya khusus membubarkan pedagang dengan pakaian seragam yang khas. Padahal mereka digaji dari uang rakyat yang mereka bubarkan dan mereka rusak dagangannya.
Entahlah. Jangan-jangan kita memang banyak salahnya, lalu melemparkan kesalahan kepada orang lain, terutama rakyatnya. Dianggap tidak patuh, tidak taat dan lain sebagainya. Padahal, bukankah pemimpin itu hadir dan dipilih sepenuhnya untuk kebaikan rakyatnya. Bukan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Tuh kan, menyimpang lagi pertanyaannya. Ya sudah, cukuplah sampai disini dulu kisah jalan-jalan hari ini, setelah perjalanan panjang dari Cengkareng, Kuala Lumpur dan mendarat dengan selamat di Chiang Mai, Thailand.
***
~~ Chiang Mai, 110325 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
