Anak Rumahan
Tantangan Hari ke-1907
#TantanganGurusiana-6
***
Momen liburan, bagi sebagian besar orang adalah kesempatan untuk jalan-jalan dan menikmati keindahan alam di daerahnya. Atau bisa jadi mereka akan jalan-jalan ke daerah lain yang masih bisa dijangkau dengan mudah dan dalam waktu sesingkat-singkatnya serta dengan biaya yang masih terjangkau.
Namun berbeda dengan saya. Liburan sangat jarang saya nikmati dengan jalan-jalan, apalagi berpoya-poya menghabiskan banyak uang. Bukan karena pelit, medit atau apalah namanya. Tapi memang kurang suka, karena saat libur lebaran, biasanya di daerah saya terjadi pertukaran pengunjung daerah wisata. Masyarakat yang berada di kawasan bagian barat (mudik) biasanya berduyun-duyun ke wilayah timur (hilir). Sebaliknya masyarakat bagian timur (hilir) akan berduyun-duyun berkunjung ke wilayah barat (mudik). Dampaknya adalah terjadi kemacetan hampir di semua titik perjalanan.
Karena sudah paham dan hafal dengan kebiasaan orang-orang yang pulang kampung saat musim lebaran, maka duduk dan berdiam diri di rumah menjadi alternatif yang sangat menyenangkan. Apalagi saya memang anak rumahan. Lebih baik dengan kondisi seperti itu, selalu di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Jika tidak, biasanya kita bersama-sama ke kebun. Karena itu juga mengasyikkan.
Sebagai anak yang memang dibesarkan ditengah keluarga yang kondisi kehidupan sehari-hari yang bisa dikatakan sangat sederhana, maka untuk berfoya-foya bukanlah kebiasaan yang baik. Terutama bagi saya pribadi. Memanfaatkan waktu di rumah, dengan aktivitas yang positif jauh lebih bermakna. Sampai sekarangpun masih dengan kebiasaan yang sama. Itulah kenapa, saat pulang kampung, peralatan yang selalu ada dan disiapkan jangan sampai tertinggal adalah laptop sejuta ummat, alias laptop dengan harga yang sangat terjangkau bagi yang dompetnya tipis klimis.
Liburan menjadi kesempatan menyiapkan bahan ajar dan keperluan lainnya yang akan digunakan saat nanti masuk sekolah. Kemudian jangan ditanya apakah kegiatan seperti itu membosankan atau tidak. Sejujurnya tidak. Malahan menjadi semakin seru, manakala ada yang akhirnya menjadi tertarik dan tidak membuang waktu secara percuma. Siapa lagi kalau bukan anak dan istri.
Itulah enak dan serunya menjadi anak rumahan. Liburanpun tetap bisa mengerjakan hal yang lebih penting dan lebih berharga dibandingkan dengan terganggu dan kesal karena selama dalam perjalanan terjebak macet. Belum lagi bertemua dengan pengendara yang masa bodoh. Tidak peduli antrian macet mengular. Dia seenaknya memotong antrian dan menimbulkan kemacetan semakin panjang.
Lebih baik memanfaatkan waktu di rumah bersama keluarga, mengerjakan hal positif tanpa merasakan kemarahan dan sakit hati dengan jalanan yang macet. Kalaupun ada kegiatan keluar rumah, lebih pada karena belanja keperluan dapur dan sekitarnya. Enak mana menjadi anak rumahan dibandingkan dengan berfoya-foya yang nantinya meninggalkan sesal dan kedongkolan karena terjebak kemacetan. Pilihannya tentu kembali kepada kita semua. Kalau saya mending di rumah daripada mengotori hati dengan kemarahan dan kedongkolan.
Selamat menikmati libur lebaran. Jangan lupa bahagia dengan caranya masing-masing. Anak rumahan mah bebas.
***
~~ Pinggiran Danau Kerinci, 040425 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
