'Aneh' tapi 'Nyata'
Tantangan Hari ke-1916
#TantanganGurusiana-6
***
Kadang dan jarang menjadi perhatian kita. Atau bisa jadi ada perhatian tapi tidak terlalu menjadi bahasan. Penggunaan nama dan istilah terhadap suatu benda atau kegiatan, dimana nama tersebut biasanya merujuk ke asal muasal benda dan nama itu diberikan. Nah, pasti bingungkan.
Pernahkah kita memperhatikan ada nama makanan yang sangat enak dan laris manis di jual, baik itu di toko maupun pedagang kaki lima, sebut saja "Martabak Mesir" yang merupakan nama makanan enak tersebut. Pasti ada yang perhatian, apakah makanan tersebut memang berasal dari Mesir, sesuai dengan penamaannya. Ternyata salah besar. Martabak Mesir itu hanya ada di Indonesia dan tidak berasal dari negara para Nabi dan Rasul tersebut.
Ada lagi makanan lain yang hampir mirip dengan Martabak Mesir, makanan ini diberi nama Martabak India. Nah, untuk yang satu ini juga sama. Di India dan negara di sekitarnya, atau negara yang banyak terdapat warga keturunan yang berasal dari negara tersebut. Biasanya warga keturunan India hanya mengenal Roti Cane (kebetulan saya semasa kecil suka makan roti Cane. Karena nenek yang di Malaysia saat datang ke Indonesia sangat suka bikin roti Cane untuk sarapan pagi).
Karena kreatifitas kuliner ala Indonesia ini sangat keren, maka roti Cane mereka kombinasikan dengan membuat isi tambahan, bukan hanya kulitnya saja yang dimakan dengan kuah kari, tapi ditambahkan pakai isi daging dan sayuran. Sehingga berubahlah nama makanan tersebut menjadi Martabak India, dimana makanan ini tidak ada di negara India.
Lalu perhatikan lagi sekarang. Sedang ramai-ramainya perayaan Halal bi Halal, setelah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya ada kegiatan lanjutan yang rutin dilakukan, yaitu Halal bi Halal. Pertanyaannya adalah apakah itu berasal dari Bahasa Arab? Ternyata bukan. Kalimat Halal bi Halal itu hanya bahasa Indonesia yang di Arab-arabkan. Artinya saja bisa bebas sesuai selera dan terjemahan masing-masing.
Ada yang mengatakan bahwa arti Halal bi Halal itu bermaaf-maafan jika ada kesalahan, lalu dengan berHalal bi Halal, maka semuanya menjadi halal alias sudah dimaafkan dan bersih dari salah dan dosa. Atau ada lagi yang menterjemahkan menjadi dari Haram menjadi Halal. Nah yang ini agak sedikit bahaya. Nanti ada yang menggunakan uang haram hasil korupsi dan sejenisnya. Karena dipakai dalam acara Halal bi Halal, maka dia menjadi Halal. Bahaya kan.
Yang jelas, ini semua Aneh tapi Nyata. Aneh karena di negara yang bersangkutan tidak ada, tapi di Indonesia ada. Kurang keren apalagi tuh, selain dari peringkat Korupsinya yang menyala. Kok ke sana? Namanya juga Aneh tapi Nyata. Ya jelas bisa. Orang aturan saja bisa diubah, yang penting bisa berkuasa dan berjaya.
***
~~ Mendalo Mas, 130425 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
