Dingin Alami dan Bedak Sejuta Ummat
Tantangan Hari ke-1905
#TantanganGurusiana-6
***
Momen pulang kampung, bukanlah perjalanan biasa bagi saya. Selain persiapan fisik, karena menjadi pengendali tunggal (Driver), dengan perjalanan lebih kurang 400 km, juga perbedaan cuaca antara Jambi dan Kerinci yang sangat kontras.
Bagi sebagin besar orang yang tinggal di daerah panas, maka berkunjung ke daerah dingin adalah sebuah masalah besar. Tapi tidak demikian dengan saya. Suhu dingin serendah apapun, tidak pernah menjadi keluhan. Yang penting sudah menyiapkan bedak sejuta ummat untuk wajah, dan handbody untuk tangan.
Kenapa dua benda sakti di atas itu menjadi sangat penting? Karena jika tidak ada, maka akan sangat kesulitan melindungi wajah dan lengan dari sengatan suhu dingin. Bayangkan saja, jam 12 siang, suhunya masih berkisar angka 27°C sampai 29°C. Nah karena suhu rendah tersebut rentan membuat kulit tangan saya seolah bersisik. Lalu wajah saya sedikit menghitam pada bagian tertentu.
Bagian wajah yang sedikit berubah warna, kalau bahasa kampung saya biasa menyebutnya dijilat Matahari. Memang sih, sengatan Matahari dengan sinarnya yang tidak terlalu panas, padahal untuk ukuran di tempat lain, bisa dirasakan panasnya yang luar biasa. Berbeda dengan Kerinci. Karena panasnya tersebut diimbangi dengan posisi ketinggian Kerinci yang sekian ribu meter di atas permukaan laut.
Jadi kesimpulannya, dingin alami itu ngangeni. Karena saat di sekolah, saya sangat menghindari dinginnya pendingin ruangan dan kipas angin. Tapi kalau dingin alami, berapapun suhunya, biasa saja tubuh saya menghadapinya. Lah pernah berada pada suhu 6°C - 8°C, badan saya merasakan hal yang biasa saja. Tapi begitu suhu pendingin ruangan menunjukkan angka 17°C, tubuh saya memberikan respon negatif dan saya harus segera memasangkan topi sebagai pelindung diri
Apakah itu disebabkan oleh ubun-ubun saya yang masih lembut, atau memang karena sejak dulu sudah terlatih dengan suhu alami, berapapun dinginnya tetap aman terkendali. Jadi, terbiasa dengan suhu dingin alami, bukan berarti tidak kuat dengan suhu panas. Buktinya, saya tinggal di daerah panas, tapi dirumah tidak boleh ada AC. Kalaupun ada kipas angin, hanya untuk keperluan tertentu jika ada tamu berkunjung ke rumah. Maka kipas angin dinyalakan dan diarahkan kepada para tamu.
Aneh? Ya tentu saja banyak yang melihat ini semua sebuah keanehan. Apalagi jika mereka tahu bahwa obat yang saya gunakan adalah bedak sejuta ummat. Jika ingin melihat gambar beda sejuta ummat tersebut, cukup klik di search google Bedak Home Snow. Maka saya pastikan gambar yang muncul adalah bedak sejuta ummat yang saya pakai. Itupun bedaknya gabung dengan bedak milik Emak di rumah.
***
~~ Pinggiran Danau Kerinci, 020425 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
