Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hilang dan Kembali Pulang
Ilustrasi gambar: Meta AI

Hilang dan Kembali Pulang

Tantangan Hari ke-1927

#TantanganGurusiana-6

***

Lembaga pendidikan, baik itu formal maupun non nformal, pada dasarnya adalah sebuah lembaga yang memberikan bantuan kepada peserta didiknya untuk memperkuat karakter yang telah diajarkan didalam keluarganya. Karena konsep pendidikan, kegiatan mendidik dan memberikan keteladanan sejatinya dimulai ditengah keluarga. Selanjutnya di sekolah formal dan non formal, kegiatan tersebut diperkuat dan ditumbuhkembangkan menjadi sebuah kebiasaan bersama.

Pertanyaannya adalah upaya tersebut jauh panggang dari api. Banyak peserta didik yang seringkali berbeda jauh dengan apa yang disampaikan oleh orang tuanya saat menitipkan anaknya di sekolah. Bahwa anaknya baik, tidak pernah melanggar aturan, disiplin, taat beribadah dan lain sebagainya. Informasi tersebut tentu saja sangat menarik bagi pihak sekolah.

Informasi yang diterima perlu mendapatkan konfirmasi ulang kebenarannya. Bagaimana caranya? Sangat gampang. Lihat saja perkembangan si anak tersebut selama berada di sekolah. Apalagi jika sekolah tersebut adalah sekolah berasrama. Maka semua tindak-tanduk siswa tersebut akan terpantau dengan baik. Disinilah pentingnya sebuah kejujuran. Cepat atau lambat, semua yang tersembunyi akan muncul secara tidak terduga.

Ada anak, yang katanya dirumah baik, tidak merokok, ternyata di sekolah tertangkap tangan sedang merokok. Begitu dikonfirmasikan kepada pihak orang tuanya, bukannya ikut memberikan nasihat dan teguran kepada anaknya, yang terjadi justru sebaliknya. Ikut menyalahkan sekolah, terlalu lebay, sok ketat menegakkan disiplin dan lain sebagainya. Apalagi pihak keluarga juga tetap bersikukuh bahwa anaknya bukanlah perokok. Sampai sekian lama, akhirnya kebohongan itu tetap terbongkar. Ternyata, perilaku anak tersebut sejak di rumah juga sudah terbiasa merokok. Malah serunya lagi, di rumahnya, bungkus rokok si anak juga berada pada meja yang sama dengan rokok si bapaknya. Lalu sandiwara apa lagi yang mereka harus ceritakan.

Menilik semakin maraknya siswa dan orang tua siswa melakukan tindakan perlawanan terhadap lembaga pendidikan, maka cepat atau lambat akan merusak anak itu sendiri. Negeri ini bukan kekurangan orang hebat dan pintar, tapi kekurangan orang yang kuat karakter dan integritas. Juga sosok yang tinggi akhlaknya. Karena jika seseorang yang karakternya sudah terbangun dengan baik, tidak akan ada godaan yang bisa mengubah pendiriannya.

Semoga saja, dengan momen kehadiran calon siswa baru di semua lembaga pendidikan di negeri ini, akan mampu menghadirkan nilai karakter akhlak mulia yang baik, tentu saja itu semua tidak bisa berdiri sendiri. Harus mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Tidak akan bisa berjalan sendiri, manakala perilaku baik itu tidak dimulai dari dalam keluarga. Ingat, pendidikan yang paling utama itu bermula dari keluarga. Semoga saja yang telah lama hilang, akan kembali pulang.

***

~~ Mendalo Mas, 240425 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post