Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kembali ke Pangkalan
Ilustrasi gambar: Depositphotos

Kembali ke Pangkalan

Tantangan Hari ke-1917

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah heboh dengan keharusan MFA bagi ASN, ditengah tugas yang lumayan banyak di sekolah, lalu muncul klarifikasi bahwa bukan 23 Maret 2025, pukul 23.59 akhir dari pengaktifan data digital ASN, tapi mulainya aktivitas pengalihan data yang dilaksanakan oleh ASN. Sehingga akun MyASN dan Ekinerja bisa diakses dari satu sistim yang terintegrasi.

Lalu setelah lebaran dan masih dalam suasana syawalan, kembali lagi muncul, bahwa tanggal 13 April 2025 pukul 23.59 menjadi batas akhir melakukan pengaktifan WFA. Manakala ada ASN yang belum melakukannya sampai batas waktu di atas, maka konsekuensinya akun yang bersangkutan akan otomatis tidak aktif.

Ada keraguan atas keselamatan data digital ASN dan banyak data masyarakat umum lainnya. Apakah memang benar, bahwa semua data digital tersebut benar-benar terjamin keselamatannya. Jika nanti terjadi kebocoran data, siapakah yang paling bertanggung jawab dan bagaimana antisipasi terhadap kebocoran data tersebut. Entahlah.

Belum usai kehebohan MFA, muncul lagi berita online bahwa untuk satuan pendidikan SMA, kembali lagi dilakukan penjurusan IPA, IPS dan Bahasa. Berita ini menjadi semakin hangat. Bukan terkait penjurusan tersebut. Tapi lebih pada kehebohan dengan kurikulum sebelumnya, yang jujur saja sebagai pendidik boleh dikatakan "tidak jelas" endingnya menjadi seperti apa.

Sekolah, guru dan siswa yang selalu menjadi "kelinci" percobaan dari setiap perubahan tersebut. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang merasa ahli dari para ahli. Kenapa bisa seperti itu? Kalau bahasa sederhananya adalah karena persoalan tersebut diberikan kepada bukan ahlinya. Bukan orang paham dan mengerti bidang pendidikan, tapi diberi tanggung jawab tentang pendidikan. Saat bicarapun "ngasal" tapi diamini oleh banyak orang. Mungkin karena sudah terbiasa dengan budaya Asal Bapak Senang, maka apapun yang keluar dari mulutnya seperti wahyu yang harus dilaksanakan dan dipatuhi.

Selama pelaksanaan kurikulum yang sebelumnya, saya tetap konsisten dengan urutan materi K-13. Masa bodoh dengan apa yang disebutkan oleh banyak "para ahli" yang ternyata juga tidak ahli. Hanya sebatas berteori yang dasarnya juga tidak jelas. Tapi lagi-lagi semuanya diamini, ditambah lagi dengan saling menyalahkan, lalu memfatwakan bahwa ini adalah yang terbaik, memudahkan guru dan lain sebagainya. Ternyata? Justru menyedihkan dan membebani guru, serta merugikan siswa saat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Nilai mumpuni tapi materi ajarnya jauh dari kata bisa dipahami.

Akhirnya, kembali ke pangkalan. Sesuai dengan semboyan, jika anda ragu dalam perjalanan, apalagi tanpa membawa kompas penunjuk arah, maka kembali ke posisi semula adalah langkah yang paling aman. Sepertinya sekaranglah waktu yang tepat, walaupun sudah terlambat. Penguasaan materi kurang, akhlak dan penguatan karakter hanya sebatas teori tanpa aksi. Guru menjadi bulan-bulanan mereka yang punya jabatan tinggi. Salah mengambil tindakan (walaupun menegakkan aturan), maka bersiaplah menjadi pesakitan.

Marilah kita kembali ke pangkalan. Agar semua rusak yang menyedihkan bisa dipulihkan dan kembali ke setingan awal. Ibarat laptop, harus di install ulang tanpa mengubah esensi isinya, minimal bisa mempercepat perbaikan dan atau lebih mudah menuju kehancuran. Entahlah. Yang penting tetap optimis, bahwa esensi dari pendidikan itu bukan mengajar tapi mendidik, bukan menyontohkan tapi menjadi contoh. Siapkah kita? Tentu saja. Mereka salah saja berani, masa kita menegakkan kebenaran takut. Oh ya lupa. Di Konoha mah beda. Justru yang benar akan babak belur, yang salah malah dapat jabatan. Ups. Maap. Keceplosan. Tapi benar sih.

***

~~ Mendalo Mas,140425 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post