Mendadak 'Ngepop'
Tantangan Hari ke-1914
#TantanganGurusiana-6
***
Pasti ada memulainya dengan sebuah pertanyaan. Kok mendadak ngepop? Karena biasanya kalimat yang familiar selama ini kita dengar adalah mendadak dangdut. Kalimat yang menceritakan kebiasaan yang kurang elok. Kegiatan yang memberi kesan kurangnya persiapan, kurangnya koordinasi antar bidang dan lain sebagainya, yang tentu saja identik dengan grasa-grusus dan tidak jelas bagaimana endingnya.
Nah, berbeda lagi dengan judul yang agak sedikit nyleneh ini. Mendadak ngepop sepertinya lebih seru dan unik. Karena dari iramanya saja sudah pasti berbeda. Ya jelaslah. Yang satu dangdut dan satunya pop. Sehingga para pembaca tidak perlu repot mencari referensinya. Lain halnya jika popdut alias pop-dangdut, yang menggabungkan kedua irama yang berbeda tersebut dalam satu tarikan napas.
Karena di sekolah hanya siswa kelas 12 saja yang sedang melaksanakan ujian. Eh salah, bahasa sekarang sudah diganti dengan istilah yang baru. Walaupun esensinya tetap saja ujian. Karena memang negeri sebelah suka gonta ganti istilah, sementara tetap saja tidak mengubah esensinya. Mungkin biar kelihatan keren dan canggih, padahal aslinya malah nyungsep.
Nah, lalu apa kaitannya dengan mendadak ngepop. Karena semua ASN harus melakukan absen secara daring melalui aplikasi SiAbon. Bisa dibayangkan lamanya masa tunggu di sekolah. Jika hari-hari normal, siswa belajar dari jam 07.00 sampai jam 16.00. Sehingga saat usai jam pelajaran terakhir, langsung menunaikan tugas setor wajah (boleh juga tidak setor wajah, karena saya lebih suka memanfaatkan keindahan lingkungan sekolah sebagai bukti otentik kehadiran), walaupun kadang kala juga ada anak-anak yang ingin wajah mereka bersama-sama masuk dalam kamera absen digital.
Nah hari-hari kedepan, siswa kelas 12 ujian sampai jam 11.30, lalu jam absensi pulang sekolah tetap seperti biasa jam 16.00. Terbayang sudah lamanya masa tunggu. Akhirnya ya ada banyak guru yang mendadak ngepop, nyari kerjaan dan bahkan kembali pulang, lalu sore hari setelah menunaikan shalat Ashar kembali lagi ke sekolah, sekadar rekam wajah untuk bukti diri taat dengan aturan kedisiplinan ASN, sementara jarak dari rumah ke sekolah lumayan jauh. Walaupun ada juga yang "ngakali" dengan menitipkan gawainya di sekolah, lalu dibantu oleh rekannya melakukan absensi online.
Yang penting mendadak ngepop. Daripada melakukan tindakan yang kurang elok, lebih baik bolak balik dari rumah dan atau melakukan kegiatan positif lainnya di ruang guru, seperti mengganggu teman yang sedang fokus ngoreksi lembar tugas siswa. Dan itu memang spesialisasi saya. Mengganggu teman dengan cerita lucu dan membuat suasana makin heboh, lalu pekerjaan teman-teman tetap selesai. Kurang ngepop apalagi tuh.
***
~~ Mendalo Mas, 110425 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
