Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mudik dan Balik tetap Sama
Ilustrasi gambar; Dokumen Pribadi

Mudik dan Balik tetap Sama

Tantangan Hari ke-1911

#TantanganGurusiana-6

***

Senin, 07 April 2025, menjadi perjalanan berikutnya yang harus ditunaikan. Sebagai sopir andalan (beda tipis dengan sopir profesional alias Driver langganan keluarga), saya sudah terbiasa menyetir sendiri sejak berangkat dari rumah sampai ke tempat tujuan, Vila Mertua Indah di negeri Sekepal Tanah dari Surga, kata sang penyair Belanda.

Saat Ramadhan memasuki hari ke-26. Saya bersama keluarga bertolak mudik ke Kerinci. Setelah sehari sebelumnya masih tetap berangkat ke sekolah. Sebagai guru, tugas apapun yang diamanahkan, tetap dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawah. Sebelum siswa di IB-kan, mereka yang tergabung dalam tim Olimpiade Sains bidang Astronomi dan Kebumian sempat berkumpul bersama dengan saya. Ini sebagai bentuk tanggung jawab, agar selama libur Ramadhan dan Idul Fitri, mereka tidak melupakan apa yang sebelumnya sudah direncanakan.

Selama liburan, saya tidak mengirimkan pesan apapun melalui grup WA. Saya memberikan kebebasan, tapi juga menitipkan amanah tugas dan prinsip yang sering saya sampaikan. Bahwa ada mimpi yang ingin mereka capai. Itu semua menuntut kepedulian dan keyakinan serta ketegasan dalam mengambil sikap. Bahwa mimpi itu akan menjadi nyata, manakala dibarengi dengan tindakan nyata. Berarti harus segera bangun dari tidurnya, bukan terus menerus tidur bersama mimpi tersebut.

Begitu pula dengan aktivitas mudik dan balik tahun ini. Sepertinya tidak ada yang berubah. Semuanya sama saja dengan tahun sebelumnya. Kalaupun ada yang berubah, biasanya tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Tahun sebelumnya, kita istirahat sekaligus menunaikan shalat zuhur di Masjid Raya Sarolangun. Saat balik, kita shalat zuhurnya di Masjid Agung Bangko.

Kenapa bisa berbeda? Padahal rute yang ditempuh merupakan rute yang sama. Tentu saja bisa. Pertama karena jam keberangakatannya berbeda, ditambah lagi ada hal-hal tertentu yang membuat sopir harus berhenti sejenak. Karena ada penumpang yang meminta mencarikan masjid terdekat, untuk keperluan mendadak seperti SKJ (Sasak Kajamban, alias kebelet PiPiS) dan aktivitas lainnya. Tapi secara umum, kita akan memilih Masjid besar seperti Masjid Raya dan Masjid Agung untuk istirahat dan shalat.

Untuk balik tahun ini, kita mengambil tempat istirahat sekaligus menunaikan shalat zuhur di Masjid yang sama, Masjid Ash Shulthon kota Sarolangun. Masjid dengan gaya arsitektut Timur Tengah ini, selalu ramai oleh para musafir. Selain memang masjid ini membuat kita kangen untuk kembali hadir, juga lapangan parkirnya sanga luas, belum lagi tempat ini juga nyaman untuk menjadi tempat makan. Karena pelataran parkir dan teras masjid seperti disiapkan sebagai fasilitas pendukung bagi musafir.

Semoga semua yang melakukan perjalanan mudik dan balik tahun ini diberikan kelancaran, andaikan ada yang harus menikmati kemacetan diperjalanan, anggap saja latihan perdana mengendalikan emosi, sehingga praktik sabar itu bukan hanya mitos. Tapi benar-benar memberi warna dalam keseharian kita semua. Aamiin.

***

~~ Mendalo Mas, 080425 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post