Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perlunya Konsistensi
Ilustrasi gambar: Bola.com

Perlunya Konsistensi

Tantangan Hari ke-1912

#TantanganGurusiana-6

***

Lidah tak bertulang. Itulah pepatah bijak mengatakan. Kalimat sederhana itu tidak mungkin muncul dengan tiba-tiba dan keluar dari mulut orang yang biasa-biasa saja. Setidaknya, pasti muncul karena berangkat dari kisah nyata dan pengalaman hidup.

Demikian pula era kekinian. Seperti pepatah bijak orang tua zaman dahulu, seolah tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Karena memang berangkat dari fenomena sosial yang terjadi ditengah masyarakat. Kalau boleh kita sampaikan, bahwa generasi zaman dahulu itu tidak hanya cerdas tapi juga bernas serta kuat karakternya.

Coba sejenak kita merenung. Apa saja nasihat bijak dari orang terdahulu, lalu perhatikan apa yang terjadi sekarang. Seolah mereka jago menebak masa depan. Tapi sebenarnya tidak demikian. Bukankah setiap generasi akan ada pergiliran masa, lalu tokoh atau pelakunya dalam cerita lebih kurang akan ada kesamaan. Lihat saja pada zaman dahulu, kita mengenal ada pemimpin yang zalim terhadap rakyatnya, lalu dihujat dan dicaci maki, tapi anehnya ada yang dengan semangat berani mati membelanya.

Ingatkah kita dengan Fir'aun. Sampai kisahnya ditulis didalam kitab suci. Tujuannya agar generasi berikutnya tidak mengulangi hal yang sama. Ada yang menyogok rakyatnya demi sebuah jabatan, lalu setelah terpilih ia lemparkan rakyat yang memilihnya seolah mereka tidak berguna. Janji yang dia ucapkan hanyalah pemanis kampanye. Karena sejatinya dia sudah tahu, janji tersebut tidak akan mungkin ia tepati.

Orang yang memiliki konsistensi menunaikan janji, biasanya akan menghadapi perlawanan berat dari musuh-musuhnya. Orang yang terbiasa meraih sesuatu dengan cara "membeli alias membayar upeti," maka tidak akan bisa berdiri setara dengan orang yang konsisten. Karena integritas yang ia miliki tidak akan bisa ditukar dan digadaikan dengan materi. Apalagi hanya sekadar iming-iming jabatan. Karena ia bukanlah sosok yang haus jabatan.

Bagi mereka yang terlanjur mengumbar janji, maka tunaikan sesuai dengan apa yang telah diucapkan. Karena nilai dari seorang manusia yang sehat jasmani dan ruhani, dilihat dari konsistensinya menunaikan apa yang telah dia ucapkan. Jika seseorang dengan sangat mudah melupakan apa yang ia pernah janjikan, maka jangan berharap banyak terjadi sebuah perubahan. Apanya yang akan diubah, dirinya sendiri saja tidak konsisten dengan apa yang pernah ia sampaikan.

Hanya mereka yang konsisten dalam menjaga integritas, yang akan terus bergerak melakukan perubahan dan memiliki upaya besar, agar semua yang disampaikan dapat dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang. Berbahagialah mereka yang terus menerus menjaga konsistensi diri terhadap yang telah diucapkan dan dijanjikan.

***

~~ Mendalo Mas, 090425 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post