Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Untuk dilupakan
Ilustrasi gambar: Meta AI

Untuk dilupakan

Tantangan Hari ke-1921

#TantanganGurusiana-6

***

Dipenghujung tahun pelajaran, biasanya ditandai dengan kegiatan seremonial pelepasan siswa kelas 12. Karena mereka sudah menuntaskan semua proses dan tahapan pembelajaran di sekolah. Apakah benar-benar sudah menyelesaikannya dengan baik, atau malah masih meninggalkan hutang dan masalah. Karena biasanya ada saja siswa yang tidak begitu peduli dengan dirinya sendiri.

Ada anak yang sejak masuk sekolah, sudah dimintakan daftar lampiran dokumen yang diperlukan untuk memutakhirkan data Dapodiknya. Namun sangat banyak sekali yang lalai dan abai. Bahkan juga didukung oleh keluarganya. Ada banyak alasan yang mereka sampaikan. Akhirnya saat naik kelas 11 dan 12, data tersebut juga masih belum tuntas. Tidak jarang, bahkan sangat sering ditemukan, beberapa siswa menjelang pengisian data PDSS untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta seleksi masuk perguruan tinggi, barulah mereka terbirit-birit melaporkan bahwa datanya ada yang salah.

Dengan membawa berkas laporan hasil belajar, karena berbagai data didalam buku rapor tersebut tidak sesuai dengan ijazah SMP, nama tidak sesuai dengan KK dan berbagai macam alasan lainnya. Bahkan ada yang sudah hari-H pelaksanaan pelepasan siswa kelas 12, data mereka juga masih belum diselesaikan dengan tuntas kepada operator Dapodik.

Terkait kegiatan pelepasan siswa, semua dewan guru dan pegawai ikut hadir, demikian juga dengan orang tua siswa. Karena sekaligus menjemput dan membawa semua barang-barang anaknya dari asrama. Begitulah bayangan kondisi sekolah berasrama. Semakin banyak siswa membawa barang aneh ke asrama, semakin meriah pula kondisi mobil yang mengangkut barang tersebut.

Terlepas dari prosesi itu semua, saya termasuk guru yang selalu menghindar begitu acara salam-salaman. Bukan karena lama, tapi memang termasuk yang tidak suka bertatapan muka dengan banyak orang. Bagi siswa yang sangat dekat, hanya meninggalkan kesedihan dan kepedihan kepada dirinya. Demikian pula yang tidak suka, akan meninggalkan luka dan wajah yang tidak sedap dipandang mata saat bertatapan.

Jika banyak orang ingin dikenang oleh siswanya, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya, tapi tidak dengan makhluk yang satu ini. Sangat tidak ingin dikenang oleh siapapun. Semakin cepat siswa melupakannya malah lebih baik. Apalagi siswa yang hampir setiap saat bermasalah. Maka melupakan jauh lebih ampuh mengobati semuanya.

Mengingatkan siswa agar ingat selalu kebaikan gurunya adalah tindak kurang dan bahkan tidak elok menurut guru aneh ini. Jika siswanya memang anak yang baik, tidak perlu diajarkan dan diingatkan. Mereka akan tetap mengenang gurunya. Andaikan mereka lupa alias tidak ingat, tidak perlu bersedih hati. Karena tugas guru mengajar dan mendidik mereka menjadi anak yang tidak hanya pintar akademik tapi juga hebat akhlaknya. Maka endingnya, anak yang baik akhlaknya tidak perlu diajarkan dan diingatkan. Sampai kapanpun, mereka ingat dengan kebaikan gurunya.

Jadi, guru aneh ini lebih suka dirinya dilupakan daripada diingat oleh siswa. Lah, ngapain mengingat sosok guru jahat dan kejam tersebut. Yang tepat memang untuk dilupakan. Sepakat? Ya harus. Seperti sang gurunya yang tetap bertahan menjadi guru yang "kejam dan jahat" tersebut.

***

~~ Mendalo Mas, 180425 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post