Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Indahnya Pertemanan tanpa Tapi
Ilustrasi gambar: Meta AI

Indahnya Pertemanan tanpa Tapi

Tantangan Hari ke-1956

#TantanganGurusiana-6

***

Entah kebetulan ataukah memang itu nerupakan skenario terindah dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada hamba-Nya yang lemah dan papa ini. Hampir disemua tempat yang pernah dikunjungi, atau teman-teman yang pernah hadir mengisi sebuah kegiatan di sekolah, mereka yang baru pertama kali berjumpa, seolah sosok yang sudah sangat lama saling mengenal. Begitulah cara Allah mengatur kehidupan manusia, tanpa ada yang kirang satu apapun.

Saya termasuk pribadi yang agak sedikit kurang percaya diri jika berhubungan dengan orang lain. Apalagi dengan orang yang baru pertama kali berjumpa. Bahasa kerennya sekarang "kurang pede" dan banyak "mindernya" dibandingkan dengan orang lain. Hal ini sangat wajar. Karena penampilan saya yang apa adanya, jika bertemua dengan orang yang berpenampilan "parlente" dan tentu saja dari keluarga "the have," saya sudah pasti langsung auto minder.

Seiring perjalanan waktu, akhirnya semuanya berubah. Karena muncul dari sebuah keyakinan, bahwa pertemanan itu karena melihat sesuatu pada orang lain, maka biasanya akan segera berakhir manakala tidak sesuai dengan harapan. Tapi tidak dengan orang yang melihat pertemanan sebagai sebuah kesempatan untuk menjalin tali silaturrahim. Saya menyebutnya Pertemanan tanpa Tapi. Maka hubungan baik tersebut dilandasi dengan sebuah ketulusan. Tidak perlu berpenampilan wah, toh nanti sesuatu yang imitasi sampai masanya akan terlihat juga aslinya.

Sebagai pendidikpun, ilmu sederhana tersebut saya terapkan kepada semua anak-anak. Yang sepakat akan memilih sula, yang tidak suka akan otomatis menjauh. Karena kebaikan itu tidak bisa dipaksakan. Semuanya bermula dari kebiasaan yang diajarkan dan ditanamkan didalam keluarga. Anak yang sejak kecil sudah dididik dengan akhlak yang baik, diajarkan bagaimana menjaga akhlak terhadap orang lain, maka ia akan dengan mudah diterima oleh banyak orang.

Sebaliknya, mereka yang melihat pertemanan karena ada udang dibalik bakwan, biasanya pertemanan imitasi ini akan cepat berakhir. Karena pura-pura baik dan peduli, lambat laun akan usai dengan sendirinya. Sekarang pilihannya ada pada diri kita masing-masing. Hanya saja sekadar menyarankan, lebih baik memilih pertemanan tanpa tapi. Insya Allah akan selalu indah. Seperti pertemanan sesama penulis MediaGuru. Persis seperti gula dan teh yang memerlukan hadirnya gula. Tetap manis. 🙂

***

~~ Mendalo Mas, 23 Mei 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post