Sapa yang Terlupakan
Tantangan Hari ke-1944
#TantanganGurusiana-6
***
Menilik makin ke sini, sudah makin ke sana. Begitulah bincang-bincang imajinatif dengan sosok orang-orang terdahulu. Mendengarkan sejenak perbincangan dengan generasi yang di era sekarang sering disebut "kuno" dan ketinggalan zaman. Ternyata mereka tidak mempermasalahkan dengan sebutan tersebut. Karena itu semua sekaligus menjadi pembeda generasi dulu dan sekarang.
Sebut saja Pak Nganu. Beliau menceritakan, bahwa pada zaman dahulu, menyapa orang lain, baik yang dikenal ataupun tidak, selalu ada tegur sapa yang hangat. Sehingga terlihat penghormatan yang tulus diberikan kepada setiap orang.
Berbeda dengan era sekarang. Kemajuan dan kecanggihan teknologi, telah menghilang kebiasaan baik zaman dahulu dengan tegur sapa. Apalagi dengan tatapan mata yang tulus dan penuh kehangatan. Sehingga siapa saja yang mendapat sapaan dari orang lain saat berjumpa, masing-masing merasakan hal yang sama. Sehingga muncul keinginan untuk berlomba saling mendahului menyapa.
Sekarang, melalui kecanggihan teknologi, sapa lebih sekadar formalitas dan kadang cenderung palsu. Karena masing-masing tidak tersambung langsung dengan rasa. Bahkan, kita sering abai dengan orang yang sedang berada disamping kita, saking sibuknya berbalas pesan dengan orang yang entah berada dimana. Jadi sangat wajar ada yang mengatakan kemajuan teknologi memang hebat. Karena ia berhasil mendekatkan yang jauh, tapi sayang sering sekali malah menjauhkan orang yang sangat dekat posisinya dengan kita.
Itulah pesan Pak Nganu. Bahwa sebenarnya belum terlambat untuk kembali merajut keluhuran budi dengan kembali membiasakan "sapa" kepada siapa saja saat bertemu muka atau berpapasan. Karena ada kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh kemajuan teknologi dalam merekatkan hati.
***
~~ Mendalo Mas, 110525 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
