Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Buah Jatuh dengan Pohonnya
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Buah Jatuh dengan Pohonnya

Tantangan Hari ke-1984

#TantanganGurusiana-6

***

Orang tua adalah cerminan anaknya, begitu juga sebaliknya. Ada yang mengatakan bahwa jika ingin melihat bagaimana perilaku orang tua, maka lihatlah anaknya. Sehingga muncullah kalimat anak adalah cerminan orang tuanya. Terlepas mana yang betul dan mana yang benar (sami-sami atuh kang).

Sempat beberapa kali mendengar cerita, tepatnya curhatan seseorang, bahwa ada orang tua yang sebenarnya tidak membayar uang sekolah anaknya, hanya dengan modal mengedit bukti transfer orang lain yang ada di grup sosial media. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata nota dengan tanggal dan jam transfer tidak muncul didalam nota bank. Kejadian ini bukan hanya satu dua orang, lumayan banyak pelakunya. Berapa orang sih jumlahnya? Karena menurut hitungan jari tangan, jika sudah melebihi lima jari tangan, artinya jumlah tersebut sudah sangat banyak.

Jumlah biaya yang indeks per orangnya adalah Rp. 1.500.000/bulan, jika ada lima sampai sepuluh orang saja yang melakukan kecurangan, bisa dibayangkan dampaknya. Tapi memang repot berdebat dengan pelaku. Walaupun sudah diperlihat bukti cetak rekening koran, bahwa pada tanggal dan jam bukti transfer yang dikirimkan, tidak terdata didalam rekening.

Mengingat biaya yang dibayarkan tersebut, bukan hanya biaya operasional belajar tambahan, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, tapi juga uang makan anak selama satu bulan. Jika ada yang nekat berbohong, tidak pernah membayar tapi mengaku sudah membayar dengan cara mengedit bukti transfer orang lain, maka sudah bisa dipastikan makanan yang dimakan oleh anaknya menjadi barang haram.

Jika sudah demikian kejadiannya, maka sudah bisa dipastikan ada dampak pengiring lainnya yang menyertai sang anak. Ilmu yang diajarkan oleh guru menjadi hilang barokahnya, demikian juga dengan nasihat dan penguatan karakter kepada anak juga akan menjadi tidak bermakna. Janganlah korbankan masa depan sang anak, hanya dengan melakukan hal yang tidak baik. Tidak cukup hanya peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, takutnya memang buah jatuh sudah dengan pohon-pohonnya.

***

~~ Mendalo Mas, 200625 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post