(Bukan) Hanya Air Mata
Tantangan Hari ke-1992
#TantanganGurusiana-6
***
Ketika resah sudah tak mampu lagi diredam dengan seyuman
Hanya gelisah yang terpampang seperti bunga layu dalam jambangan
Takkan ada pesan yang disampaikan melalui hembusan angin
Seperti kabut tebal yang menyembunyikan panas dan dingin
*
Kini sang pujangga duduk termangu dalam gelisah dan harap yang sirna
Kepedihan hatinya bukan hanya air mata yang membalut luka
Membekas tajam seperti pisau yang menghunjam dalam
*
Bukan hanya air mata mengantarkan kekecewaannya
Tapi dengan keputusasaan yang tak lagi bisa ditawar walau mengular nilainya
***
~~Mendalo Mas, 280625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
