Disambut Hujan dan Dingin
Tantangan Hari ke-1994
#TantanganGurusiana-6
***
Kita boleh berencana, menyiapkan berbagai hal untuk menyukseskannya. Tetap saja ada hal lain yang ternyata lebih masuk akal dan bisa diterima oleh semuanya. Itulah yang terjadi dengan saya dan keluarga. Awalnya sudah direncanakan mau ngajak Ayah dan Emak konsultasi kesehatan beliau ke Padang.
Akhirnya perjalanan Kerinci - Jambi, harus dijalani oleh Ayah dan Emak. Tentu saja berangkat bersama adek, yang kebetulan menjemput anaknya yang mondok dan baru selesai beberapa hari mengikuti seleksi tim Olimpiade di sekolahnya. Kehadiran Ayah dan Emak, tidak langsung menuju rumah, selain kebetulan sedang kosong juga karena nyambi nonton pagelaran seni di Taman Budaya Jambi (TBJ).
Sejenak menikmati penampilan para seniman, mengangkat seni tradisi dari Pulau Tengah, Kerinci. Hebohnya karena salah seorang tim penarinya adalah anak Ayah dan Emak. Tentu saja ada kebanggaan yang selama ini hanya melihat rekaman kegiatan, sedangkan malam tersebut langsung hadir di lokasi kegiatan.
Lalu apa kaitannya dengan judul di atas? Tentu saja ada. Saat Emak dan Ayah sudah di rumah, masih sempat bercerita dan bercengkrama, dengan cerita lucu yang menyegarkan. Baru setelahnya kita semuanya istirahat. Setelah sarapan pagi, barulah kita fokus membahas rencana pengecekan kesehatan Ayah dan Emak, sesuai dengan apa saja yang beliau rasakan.
Demi membuat beliau yakin, maka kita bersepakat cek mata terlebih dahulu, baru esok harinya ke tempat terapi. Saat cek mata, Ayah dan Emak ternyata tidak seperti yang disarankan oleh seorang dokter (nama dan tempat tidak bisa disampaikan), bahwa Ayah harus dibedah matanya, agar bisa melihat dengan baik. Namun saya tidak mau mengambil resiko, sehingga Ayah dan Emak kita ajak ke Jambi. Hasilnya sesuai harapan, bahwa Ayah dan Emak cukup ganti lensa kaca mata.
Keesokan harinya, baru kita ke tempat terapi pengobatan alternatif. Penjelasan Mas terapis juga sama. Tidak ada yang perlu dibedah. Cukup terapi pijat pada beberapa titik tertentu, semuanya akan baik-baik saja. Disamping saya sendiri juga ikut terapi, karena jumat 20 Juni, saya mengalami musibah jatuh dari sepeda motor.
Setelah memastikan semuanya baik dan aman, maka Sabtu, 28 Juni kita berangkat ke kabupaten yang terkenal dengan semboyan Sakti Alam Kerinci, selain juga saya ingin mencoba terapi tambahan di kampung, yang selama ini lebih dikenal gudangnya tukang ketok tulang dan otot. Perjalan pulang kampung ini lumayan seru. Saat di kota Bangko, sudah disambut oleh hujan deras dan angin kencang. Kurang seru apalagi, rute yang horor ditemani dengan hujan sepanjang perjalanan sampai Kerinci.
***
~~ Danau Kerinci, 300625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
