Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Haru di Tahun Baru
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Haru di Tahun Baru

Tantangan Hari ke-1991

#TantanganGurusiana-6

***

Menilik berita kemeriahan pawai obor menyambut hadirnya Tahun Baru Islam 1447 H, ada keharuan yang menyeruak di dalam hati. Bukan tentang kesedihan hati. Tapi tentang umurnya makin bertambah dan usia hidup yang makin berkurang, catatan amal kebaikan entah baru berapa dibandingkan dengan daftar dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

Tidak bisa ikut hadir dalam pawai obor, karena memang sedang berada di perantauan, hanya bisa "ngintip" suasana pawai obor di beberapa daerah. Keseruan dan kemeriahan anak-anak usia sekolah, mulai sekolah dasar sampai usia dewasa. Semua turun memenuhi jalan raya. Tentu saja dengan satu harapan, tahun baru dengan semangat baru, catatan amal kebaikan terus bertambah, catatan keburukan semakin berkurang, kalau bisa tidak ada lagi melakukan kesalahan sekecil apapun.

Ditengah keharuan tersebut, ada titik kebahagiaan, karena tidak ada sama sekali direncanakan, semua mengalir dan terjadi tanpa ada rekayasa. Satu haru sebelum 1 Muharram, adek ipar bersama keluarga ingin ke Jambi menjemput anak bujang yang baru saja usai mengikuti seleksi Olimpiade Sains (24-25 Juni), sebelum berangkat meninggalkan Kota Sakti Alam Kerinci, anak gadis di rumah meminta kepada Pakngahnya, untuk sekalian membawa serta dalam rombongan Datuk dan Neneknya.

Tepat malam 1 Muharram, setelah menunaikan shalat magrib berjamaah di rumah (loh kok di rumah?), karena ada sedikit kendala jika di mushalla dekat rumah (khusus kendala ini tidak bisa diuraikan. Intinya ada kesalahan fatal terkait arah qiblat). Karena ingat dengan menyambut kehadiran 1 Muharram, mendadak sebelum shalat magrib, disampaikan sekalian nanti baca yasin, tahlil dan doa awal tahun.

Melangitkan harapan, semoga kehadiran tahun baru 1447 H, memberikan semangat baru untuk terus memberi manfaat dan maslahat bagi ummat. Sekecil apapun yang dilakukan niatnya tulus hanya karena Allah. Tidak ada sedikitpun niat terselubung, apalagi ingin mencari muka (ntar salah ambil, dapatnya muka badak). Mengingatkan diri untuk terus bergerak dan berbuat dengan niat karena Allah Swt.

Selamat Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1447 H. Semoga karunia Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.

***

~~ Mendalo Mas, 270625 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post