Jalan Penuh Kenangan
Tantangan Hari Ke-1973
#TantanganGurusiana-6
***
Saat kegiatan mudik ke kampung halaman, ada satu dari sekian banyak tempat yang sampai sekarang masih menyimpanh banyak kenangan. Salah satu dari salah banyak tempat adalah jalan yang sekarang semakin rindang dan selalu menjadi objek fotografi oleh para wisatawan. Baik itu wisatawan lokal, apalagi yang dari luar daerah Kerinci.
Jalan raya yang menghubungkan desa di sekitar Danau Kerinci menuju pusat ibu kota kecamatan ini, juga menjadi jalan yang selalu dilalui dari kampung menuju SMPN Sanggaran Agung. Sepanjang perjalanan, saya bersama kakak kelas dan teman satu angkatan, biasanya selalu dengan berjalan kaki. Kalaupun ada diantara teman yang memakai sepeda onthel, rata-rata yang berasal dari desa yang lebih jauh lagi, seperti Seleman, Tanjung Tanah dan Cupak.
Jalan penuh kenangan ini sekarang sudah sepi dari para pejalan kaki. Tidak ada lagi anak-anak SMP yang melewati jalanan ini dengan berjalan kaki. Semua sudah dengan kendaraan bermotor. Andaikan ada, tidak lebih dari para petani yang berpindah-pindah lokasi dari sawah yang satu ke sawah yang lain. Itupun karena dari rumah semuanya sudah dengan kendaraan bermotor.
Sepertinya jalan penuh kenangan ini tidak akan lagi merekam perjuangan seorang anak kecil yang dengan berjalan kaki, melalui rute jalan yang kini semakin rindah dan indah. Karena cita-cita yang tinggi itu telah diambil alih oleh bermain HP dan kemanjaan yang juga sudah difasilitasi orang tuanya. Tidak ada lagi yang mau berjalan kaki. Jangankan dengan rute yang hampir 3 km, sekolah yang jaraknya hanya 500an meter saja, rata-rata mereka datang ke sekolah dengan kendaraan bermotor masing-masing.
Entahlah, sejujurnya agak sedikit khawatir melihat kondisi anak-anak zaman sekarang. Semuanya ingin serba instan. Iya jika ada orang dalam, sehingga dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Bagi yang tidak punya relasi pejabat dan orang dalam, jangan berharap terlalu tinggi akan mengubah masa depan. Jangan-jangan hanya saya sendiri yang khawatir, sementara mereka sangat yakin bahwa dengan orang dalam dan uang yang dimiliki, maka semuanya dapat dengan mudah diraih.
Semoga kedepan jalan penuh kenangan ini, masih mencatat kisah panjang para pejuang yang tidak pernah mengeluh melewati jalanan ini dengan peluh dan air mata. Tapi tidak pernah sedikitpun ada kata menyerah lalu kalah dan mundur perlahan.
***
~~ Mendalo Mas, 090625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
