Kacamata 'Tembus' Pandang
Tantangan Hari ke-1989
#TantanganGurusiana-6
***
Bertolak eh salah. Maksudnya berangkat dari judul di atas, saya pribadi meyakini banyak yang dugaannya kembali ke cerita masa lalu di sebuah negeri. Dimana ada orang yang konon katanya memiliki kacamata tersebut. Apakah benar atau tidak, yang jelas hari ini saya berkesempatan mengulas kisah kacamata "tembus" pandang tersebut.
Kebetulan kita sebuah keluarga besar, semuanya memakai kacamata. Padahal dari garis keturunan pihak Ayah tidak ada memiliki garis menggunakan kaca mata. Nenek saja sampai meninggal dunia dengan usia 120an tahun, tetap masih sehat matanya tanpa berkacamata. Hanya saja mungkin dari pihak Emak, karena Nenek memakai kacamata. Kalau menurut ahli Biologi, bahwa penularan penyakit lebih dominan diturunkan melalui jalur perempuan (ups, jangan sampai Ibu-ibu pembaca ngamuk dan banting iPhonenya, hehe).
Karena semuanya berkacamata, sehingga dari jauh semua orang sudah mengenali siapa saja yang datang. Saya pribadi mulai menggunakan kacamata sejak tahun 1994 sampai sekarang. Sempat divonis sembuh, lalu kembali lagi harus menggunakan kacamata. Bukan apa-apa, karena mendapat tugas sebagai penulis Ijazah. Sangat beresiko jika tidak menggunakan kacamata.
Nah, karena sering menggunakan beberapa model kacamata, maka muncullah kisah kacamata "tembus" pandang tersebut. Sebagai guru sastra fisika, yang kebetulan juga sangat dekat dengan pembahasan terkait mata dan kacamata (teparnya materi Alat Optik), maka sudah barang tentu saya harus bisa menjelaskan dengan tuntas. Bahwa saya memang menggunakan kacamata "tembus" pandang.
Terbayang bagaimana hebohnya suasana kelas. Apalagi kaum wanita. Bayangannya bisa kemana-kemana, ditambah lagi yang pernah mendengar kisah tentang kacamata jenis tersebut. Untuk memuaskan dugaan mereka, maka semua teman di ruangan saya minta mencoba menggunakan kacamata saya tersebut. Barulah mereka percaya, bahwa kacamata saya memang "tembus" pandang. Karena hanya bingkai tanpa ada lensanya. Sehingga saat ada debu, makhluk kecil seperti semut, nyamuk da lain sebagainya, akan langsung bisa masuk ke mata.
Loh kok bisa? Ya jelas bisalah. Namanya juga kacamata tembus pandang, jadi pasti bisa, mana bisa tembus angin juga. Kalau tidak bisa tembus, itu namanya bukan kacamata, tapi kulit jengkol yang dipasang bingkai. Puaskan dengan bahasan di atas. Jadi jangan takut, jika ada yang mengatakan kacamata yang kita gunakan tembus pandang. Kalau tidak tembus, bisa nabrak orang yang di depannya.
***
~~ Mendalo Mas, 250625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
