Kangen itu Obatnya Melalui Doa
Tantangan Hari ke-1967
#TantanganGurusiana-6
***
Sebagai guru, sebenarnya kedekatan dengan siswa itu penting dan bahkan sangat penting. Karena mengingat tugas dan fungsi guru bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi pendidik serta contoh yang baik bagi mereka. Terlepas dari berbagai kekurangan, sangat bisa jadi karena kondisi kesehatan ditambah lagi dengan beban pikiran yang tidak ringan. Tapi tetap saja, didepan siswa seolah-olah semuanya baik-baik saja.
Satu hal yang harus dihindari (ini bisa saja terjadi perbedaan pendapat), jangan pernah menerima pemberian cindera mata atau hadiah, baik dalam bentuk barang dan bentuk lainnya. Manakala sudah sempat menerima hadiah, maka sangat dikhawatirkan akan muncul rasa enak tidak enak, manakala siswa tersebut bermasalah.
Masalah tersebut bisa saja akademik maupun non akademik. Independensi guru akan menjadi terganggu. Jika diambil tindakan tegas atas kesalahannya, maka banyak sedikitnya akan terbayang hadiah yang pernah diberikan oleh orang tuanya. Begitu juga sebaliknya jika siswa tersebut dibela dan mendapatkan perlindungan, maka itu sudah pasti bertentangan dengan hakikat pendidikan, yang menekankan pentingnya integritas dan morality yang tinggi.
Ada banyak guru yang akhirnya terjebak dengan apa yang sudah dia pilih. Walaupun ia berteriak tentang disiplin, akhlak mulia atau apapun yang akan dia lakukan, maka akan menjadi dua mata pisau yang siap melukai dirinya sendiri. Itupun jika yang bersangkutan menyadarinya. Namun sayang, biasanya sosok seperti itu tidak akan pernah sadar. Pasti ada banyak alasan untuk membenarkan tindakan yang dia lakukan.
Menjadi guru "jahat" dan "kejam" bukan berarti secara otomatis akan dijauhi oleh siswa. Bagi anak yang menyadari kesalahan yang telah diakukannya, lalu berjanji akan berubah, biasanya guru "kejam" dan "jahat" tadi akan selalu ia kenang. Kenapa bisa? Karena ia telah merasakan sendiri saat ia dikeluarkan dari sekolah dan atau saat ia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Teguran dan nasihat baik dari guru itu seperti jamu. Pahit memang, tapi dampak kedepannya jauh lebih baik. Kepadanya diajarkan makna hidup, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Matanya akan menjadi lebih terbuka, bahwa sekecil apapun kesalahan, pasti akan memberikan dampak yang tidak baik bagi dirinya.
Nun jauh di sana, banyak sudah anak-anak yang dulu pernah mendapat "cubitan kecil" kini sudah sukses. Menikmati hidup ditengah keluarga, lalu melakukan hal baik yang pernah didapatkan di sekolah, semuanya adalah kebahagiaan yang tidak ternilai. Apalah artinya hadiah saat dulu diterima, manakala ajaran kebaikan tidak pernah dia tunaikan dikemudian hari.
Beberapa anak yang kini telah sukses, tiba-tiba menceritakan kisah perjuangannya, ternyata tidak mudah apa yang mereka jalani. Bahwa apa yang dulu diajarkan, memang mereka rasakan manfaatnya. Kangen yang mereka sampaikan, bukanlah sekadar untuk menyenangkan hati guru "kejam" dan "jahat" tersebut. Tapi sebagai ungkapan syukur atas teguran keras saat sekolah.
Melalui doa, semua kangen yang terpendam dapat terobati. Semoga mereka semuanya sukses, tentu saja dengan pekerjaan /profesi yang telah mereka pilih, mengantarkannya tetap amanah. Karena ditengah kondisi negeri yang sedang tidak baik-baik saja, mereka tetap memilih jujur dan berintegritas adalah hal yang sungguh luar biasa.
***
~~ Mendalo Mas, 030626 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
