Sejenak ke Kebun
Tantangan Hari ke-1980
#TantanganGurusiana-6
***
Bercerita tentang kesibukan, apalagi dipenghujung tahun pelajaran, jangan ditanya bagaimana kesibukan seorang guru di negeri yang katanya makmur dan kaya dengan sumber daya alam. Itu baru katanya. Aslinya rakyat hanya melihat kerusakan alam yang ditimbulkannya, bukan kemakmuran seperti yang diamanahkan oleh Undang-undang. Kok nyerempet ke sana? Ya tentu saja ada hubungannya. Kesibukan para perusak alam, sudah dikalahkan oleh guru-guru di negeri ini.
Awal Juni, sudah ada sekolah yang menyelenggarakan penilaian akhir tahun (PAT), ada juga yang menyebutnya dengan Ujian Akhir Tahun (UAT), atau sangat bisa jadi ada yang memberi nama yang berbeda. Satu hal yang pasti, kesibukannya tetap saja sama. Ada guru yang di meja kerjanya di ruang guru, masih menggunung tugas siswa yang belum diperiksa, belum lagi entri nilai ke dalam buku nilai. Apalagi ditengah kesibukan tersebut, ada tugas sebagai pengawas ujian.
Ditengah padatnya jadwal, jangan ditanya lelahnya otak memikirkan semuanya. Maka, sebagai bagian dari kesibukan tersebut, bersama anak mertua sejenak bermain ke kebun. Luasnya tidak seberapa, hanya saja kalau sudah datang ke sana, semua lelah otak dapat disembuhkan, karena berubah bentuk menjadi lelah fisik. Keringat bercucuran, belum lagi jika ada pasukan nyamuk yang tidak bisa diajak damai. Serangannya meninggalkan banyak bekas.
Dengan membawa perlengkapan yang diperlukan untuk menyemprot rumput, dua galon air yang sudah diisi, tangki semprot ukuran medium dengan volume 50 liter disandang. Berangkat dengan semua perkakas sudah diatur sedemikian rupa di atas motor kebanggaan, dengan iklannya yang selalu di depan.
Tidak terasa, akhirnya sejak jam 07.45 dimulai, dengan total 6 tangki semprotan medium, lahan yang berisi Durian Montong dan Bawor, ditemani Kayu Manis dan Manggis, selesai dituntaskan jam 10.30. Sebagai anak petani, kegiatan seperti ini bukanlah hal yang aneh. Karena sejak dahulu kala, sudah terbiasa menjadikan kebun tempat bermain (aslinya bekerja). Sehingga lelah otak berpikir menjadi hilang dan berganti dengan perasaan senang dan tenang, karena melihat pertumbuhan tanaman yang bagus.
Semoga pertumbuhan semua tanaman makin bagus. Tambah lagi, pohon pinang yang mengelilingi batas tanah juga buahnya sudah bisa dipanen. Sayangnya saat menunaikan pekerjaan menyemprot rumput yang sudah semakin mengerikan, setelah tugas selesai, sudah tidak mampu lagi melanjutkan memanen buah pinang yang masih berbaris rapi di pohon. Yang penting, sejenak bermain di kebun, sudah mampu mengobati lelah dengan rutinitas di sekolahan.
***
~~ Mendalo Mas, 160625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
