Siang Rasa Pagi
Tantangan Hari ke1972
#TantanganGurusiana-6
***
Bagi sebagian besar orang yang berdomisili di daerah dataran tinggi, hari-hari yang mereka lewati adalah hal biasa, tidak perlu menjadi pembahasan serius, seperti yang dilakukan oleh penulis. Karena penulis juga berasal dari daerah yang akan dibahas dalam catatan ringan ini.
Masyarakat yang tinggal di ketinggian minimal 2000 mdpl (meter di atas permukaan laut), maka suhu dingin bukanlah hal yang aneh dan menjadi masalah penting. Kadang dan bahkan seringkali siang hari jam 12.**(censored)**, suhunya mirip dengan suhu ruangan ber-AC. Jika di dataran rendah, pada waktu yang sama suhu lingkungan bisa mencapai angka 33°C - 34°C. Tapi tidak dengan di dataran tinggi. Sebut saja salah satu dari salah banyak dataran tinggi di Indonesia itu adalah Dataran Tinggi Kerinci.
Suhu siang hari bisa berada pada angka 27°C. Itu belum di daerah yang paling dekat dengan Gunung Kerinci seperti Kayu Aro. Daerah yang terkenal dengan hamparan perkebunan teh terluas dan tertua di negeri ini. Area perkebunan Teh yang sejauh mata memandang seperti hamparan permadani, terlihat dengan sangat indah. Apalagi dengan latar belakang Gunung Kerinci yang tinggi menjulang.
Bagi para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun manca negara, keunikan suhu ini tentu saja menarik perhatian. Di daerah ini bukanlah hal aneh, manakala minyak curah membeku seperti bongkahan batu es. Sehingga saat ada pembeli, maka pedagang harus memanaskan bongkahan minyak curah tersebut dengan dijemur di tengah panas terik ataupun dengan mendekatkan tempat penyimpanan dengan perapian.
Sebagai perantau, maka kerinduan dengan suasana di daerah ini benar-benar di nikmati. Berapapun suhu rata-rata harian di daerah ini, sedikitpun tidak pernah dikeluhkan. Malah ada keseruan yang dirasakan. Karena memang secara pribadi, saya tidak terbiasa dengan suhu dingin buatan seperti AC dan Kipas Angin. Saat mengajar saja, walaupun sedang suhu tinggi, maka ruang kelas tetap tidak boleh menyalakan kipas angin. Tapi bukan tidak kuat dengan dinginnya, tapi angin buatan tersebut tidak baik untuk kesehatan. Lain halnya dengan suhu dingin yang alami. Justru menyehatkan.
Jika ingin merasakan suasana siang yang cahaya mataharinya sangat terang, tapi suhunya tetap seperti pagi hari, maka silahkan mengunjungi kawasan dataran tinggi di daerahnya masing-masing. Seperti Alahan Panjang, Pandai Sikek, Padang Panjang Bukittinggi, bagi yang berada di daerah Sumatera Barat. Lembang dan puncak Bogor bagi teman-teman di Jawa Barat, kawasan Kaliurang Jogja, Dieng Jawa Tengah, dan Bromo Jawa Timur. Maka bisa dirasakan apa yang menjadi bahasan di atas.
Semoga kedepan kesejukannya tetap bertahan, tidak ada kerusakan lingkungan. Sehingga suasana alam yang indah dan asri tetap terpelihara. Manakala sudah dirusak dengan alasan pembangunan dan hilirisasi yang penuh kebohongan, maka bersiaplah menerima akibat buruk karena alam marah, keindahannya telah dirusak dan diganggu oleh tangan rakus.
***
~~ Danau Kerinci, 080625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
