Tahun 1987
Tantangan Hari ke-1987
#TantanganGurusiana-6
***
Hari ini bukan saja sekadar angka yang sama (1987). Tapi ada semangat yang dulu selalu ditanamkan, bahwa menjadi orang sukses itu tidak lebih hebat dari menjadi orang baik dan memberi manfaat. Entah kenapa, setiap ditanya oleh guru, seorang anak kecil ini selalu menjawab ingin menjadi orang baik yang memberi manfaat untuk orang lain. Sementara pada saat yang sama, banyak teman-temannya yang bercita-cita ingin menjadi ABRI (sekarang TNI), menjadi orang kaya, hebat dan sukses.
Pada tahun 1987, seorang anak kecil tersebut sudah merasakan bagaimana berjalan kaki menuju sekolah, menempuh jarak yang tidak dekat untuk ukuran anak kecil yang baru saja tamat SD dan melanjutkan ke SMP di ibu kota kecamatan. Jarak yang lebih dari 2 km, setiap harinya ditempuh dengan berjalan kaki. Panas dan hujan tidak menjadi halangan baginya untuk tetap berangkat ke sekolah.
Sejenak membandingkan dengan anak-anak generasi sekarang. Jarak dari rumah dan sekolah yang hanya ratusan meter, diantar oleh orang tuanya dengan kendaraan dan atau anaknya sendiri berangkat menggunakan kendaraan roda dua, seperti sepeda dan motor. Entah apa dan siapa yang salah dengan kondisi seperti sekarang ini.
Sangat bisa jadi, perubahan perilaku siswa di sekolah, juga dipicu oleh semakin banyaknya kemudahan yang diberikan kepada anak. Sehingga saat terjadi sesuatu terhadap dirinya, maka si anak seperti tidak siap dan tidak punya keberanian untuk mengambil sikap. Mungkin tidak semua, akan tetapi jumlah anak yang mandiri, disiplin, tidak melanggar aturan sekolah, dan lain-lain, tentu saja sangat sedikit dan sulit menemukan siswa yang benar-benar seperti ini sekarang, juga memiliki sikap yang baik dan semangat tinggi dalam belajar.
Untuk ukuran anak yang baru tamat SD, usianya yang juga belum genap 11 tahun, tapi sudah memiliki sikap tegas dengan prinsip hidupnya, bukanlah hal mudah dan diperoleh secara instan. Perlu latihan dan contoh teladan yang sangat baik di lingkungannya, baik keluarga maupun sekolah. Sosok anak kecil inilah, yang mengajarkan semangat dan sikap hidup positif bagi dirinya dan orang lain.
Tahun 1987, menjadi penanda bagi anak kecil ini dalam meraih impiannya menjadi orang baik dan memberi manfaat untuk orang lain. Ketegasannya dalam bersikap, menjadi perhatian banyak guru. Apalagi untuk soal uang jajan. Jika banyak temannya hampir setiap hari belanja (jajan), tapi tidak dengan sosok anak yang satu ini. Dia hanya dibekali uang jajan sekali dalam satu minggu, yaitu setiap hari Rabu. Karena bersamaan dengan hari "Balai Rabu," hari dimana semua desa yang berdekatan dengan pasar mingguan di ibu kota lecamatan ini libur dari semua aktivitas. Bisa dibayangkan dengan anak zaman sekarang. Hampir setiap hari dibekali uang jajan dan dengan jumlah yang tidak sedikit.
*** ~~ Mendalo Mas, 230625 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
