Ada Apa dengan 2008?
Tantangan Hari ke-2008
#TantanganGurusiana-6
***
Jauh berjalan banyak yang dilihat dan banyak pengalaman yang didapat. Sebagai guru muda (baik usia maupun masa kerja), maka pengalaman mengikuti sebuah kegiatan di tingkat nasional, tentu saja menjadi inspirasi dan penyemangat diri untuk terus berbuat serta memberi manfaat untuk siswa.
Lalu ada hubungan apa dengan 2008. Setelah tahun 2006 siswa binaan lolos ke tingkat nasional OSN bidang Fisika di Kota Semarang, tahun berikutnya tidak ada satupun siswa yang berhasil lolos. Dipenghujung tahun 2007, teman sesama pembina Olimpiade menawarkan untuk pindah bidang pembinaan. Mereka pindah ke Fisika, saya mengambil alih bidang Astronomi. Senangkah? Tentu saja senang plus bingung dan pusing 7,5 keliling. Bayangkan saja, saya harus membimbing siswa yang materi dan bukunya saya tidak miliki sama sekali.
Setelah puas berpusing ria, akhirnya saya menghubungi adik yang sekaligus sahabat saya di Kota Gudeg, Yogyakarta. Alhamdulillah, temannya saat kuliah di UNY memiliki berkas Pelatihan Daerah (Pelatda) Astronomi untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahan tersebut beliau kirimkan ke saya. Sudah selesaikah masalah? Hoho, tentu saja tidak. Ternyata diktat yang dikirimkan tersebut dengan materi yang sangat terbatas, tapi soal latihan dengan pembahasan terbatas dan soal uji coba yang sangat banyak dan tanpa ada penjelasan tambahan.
Sebagai guru, tentu saja tidak akan kehilangan ide. Dengan keterbatasan tersebut, tidak ada kata tidak mungkin. Akhirnya dari sanalah semuanya bermula. Satu siswa berhasil lolos ke tingkat nasional cabang Astronomi, bersama dua orang lainnya dari sekolah yang berbeda dari kota Jambi. Jangan salah, kota yang menjadi tuan rumah OSN 2008 adalah kota Makassar.
Namun sayang. Saat upacara pelepasan peserta OSN 2008, bukannya kalimat motivasi yang menggelegar dari podium upacara/Apel Pagi. Tapi kalimat yang sangat menyakitkan. Dengan wajah tanpa dosa, makhluk yang tak tahu diri itu, walaupun sebagai unsur pimpinan di sekolah, tapi sangat tidak pantas menyampaikan kata-kata tersebut. "Tahun ini, sekolah kita hanya mengirimkan satu orang siswa ke tingkat nasional, itupun bukan Cabang BERGENGSI"
Bagai petir disiang bolong, kalimat itu sudah cukup membuat kaki saya sejenak lepas dari pijakannya. Sebagai tim dokumentasi kegiatan tersebut, semua foto makhluk yang tak tahu diri tersebut semuanya saya hapus dari kamera. Biarlah kata-kata tersebut diterbangkan oleh angin. Agar tidak masuk ke dalam sanubari sang siswa. Namun sayang, sakitnya sudah tak bisa diobati. Si JNS, inisial nama anak tersebut menghadap. "Pak, biarlah saya mundur saja dari peserta OSN" itulah kalimat penuh luka yang terucap dari siswa.
Saya tidak pernah patah semangat mendampinginya. Kamu tetap berangkat. Apapun alasan dan komentar mereka yang tak layak dan tak pantas disematkan sebagai manusia, apalagi guru kepada orang tersebut. Anggap saja orang yang lagi gangguan kejiwaan, sehingga tidak perlu disimpan didalam hati. Akhirnya, walaupun terluka, si JNS tetap berangkat bersama sang guru menuju kota Makassar.
Itulah kisah penuh luka di tahun 2008. Jadi berhati-hatilah berbicara. Jika belum bisa memberikan penghargaan atas prestasi yang telah dicapai oleh siswa, minimal jangan mengatakan hal yang tidak baik, apalagi kata-kata tersebut sampai menyakiti hatinya. Mendingan dikenal sebagai guru jahat dan kejam, karena taat dengan aturan dan menegakkan aturan. Bukan karena kata-kata yang membuat hati tersakiti.
***
~~ Mendalo Mas, 140725 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
