Angkatan Terbaik
Tantangan Hari ke-2014
#TantanganGurusiana-6
***
Setiap angkatan di sekolah, memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Kalau soal kekompakan, jangan ditanya. Istilah korsa (setia kawan) dengan rekan-rekan satu angkatan adalah sebuah kewajiban. Namanya juga sekolah berasrama. Keberagaman itu justru mampu mereka redam dalam bingkai setia kawan.
Nah terkait dengan angkatan XIX, mereka bukan hanya unik. Tapi juga memiliki semangat juang yang seolah tiada henti. Hampir semua lini mereka kuasai. Misalnya bidang olahraga karate dan silat. Jangan ditanya prestasinya seperti apa. Minimal membawa pulang medali perunggu dari ajang lomba ditingkat nasional. Begitu juga dengan tim penelitian. Untuk bidang ini, yang kebetulan diadakan oleh lembaga non pemerintah, medali emas, perak dan perunggu internasional mereka bawa pulang.
Demikian juga dengan bidang lomba penelitian yang resmi diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Medali Emas nasional (OPSI) mereka bawa pulang, sekaligus Medali Emas Internasional (ISPrO) juga mereka bawa pulang. Itu semua mereka lakukan dalam satu semangat pantang menyerah. Melihat rekannya yang lolos ke Internasional kesulitan menerjemahkan naskah kedalam bahasa Inggris, mereka bahu membahu menuntaskan masalah tersebut. Hasilnya, rekannya mampu mempersembahkan prestasi terbaik di level Internasional.
Lalu bagaimana dengan bidang Olimpiade Sains? Jangan ditanya kepada angkatan ini. Mereka mampu mengirimkan 9 orang siswa ke tingkat nasional. 1 orang siswa pada tahun 2013 dan 8 orang pada tahun 2014, dengan salah satu pesertanya adalah yang tahun sebelumnya juga lolos ke tingkat nasional. Apakah mereka puas? Tentu saja tidak. Jika tidak pulang dengan medali adalah sebuah kekalahan. Akhirnya mereka jawab dengan membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.
Setelah sekian banyak prestasi yang mereka ukirkan,sampai hari ini belum ada angkatan yang melampaui deretan prestasi yang telah angkatan XIX raih. Menyamai jumlah yang lolos ke tingkat nasional sampai hari ini belum ada. Tentu saja sebagai pembina, harapan itu selalu ada, dengan catatan langkah perjuangan kakak seniornya harus dicontoh dan diteladani.
Semoga dari semangat yang telah ditebarkan oleh punggawa angkatan XIX, mampu memotivasi adik-adiknya untuk terus berbenah dan menyiapkan diri. Karena tingkat persaingan di semua cabang lomba semakin ketat. Jika tidak benar-benar disiapkan dengan lebih baik, maka generasi berikutnya akan tenggelam ditelan masa.
***
~~ Mendalo Mas, 200725 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
