Biarkan Mengalir Apa Adanya
Tantangan Hari ke-2007
#TantanganGurusiana-6
***
Mengasuh dan mengelola sebuah unit kegiatan ekstrakurikuler, apalagi terkait target prestasi yang harus diraih, bukanlah pekerjaan ringan. Ada banyak orang hanya melihat bagaimana hasilnya, tapi menutup mata dari proses yang berlangsung sebelum lomba. Jadi tidak seperti membalik telapak tangan, tiba-tiba langsung berhasil tanpa ada kendala.
Membersamai siswa dalam bidang Olimpiade Sains di sekolah tidaklah pekerjaan mudah. Apalagi jika dilakukan dengan setengah hati (lah telor setengah matang saja, namanya jadi bermacam-macam). Begitulah realitanya. Perlu penanganan khusus dan perlu kekuatan lahir dan bathin dalam menjalaninya.
Tidaklah terlalu berlebihan jika ini perlu menjadi pelajaran buat semua pihak di sekolah. Pernah satu waktu, ada siswa yang telah dinyatakan lolos bidang Olimpiade Sains ke tingkat nasional. Saat temannya yang berasal dari sekolah lain yang juga lolos ke tingkat nasional sedang fokus persiapan lomba, sementara dirinya masih dihajar dengan belajar dan mengikuti ulangan harian tanpa ada dispensasi untuk mempersiapkan dirinya lomba ditingkat nasional.
Kasus ini, sangat bisa jadi juga pernah terjadi dibeberapa lembaga pendidikan. Jika ini masih terus terjadi, maka sangat bisa jadi akan menimbulkan jarak antara sekolah dan alumni yang berprestasi. Mereka yang pernah berprestasi membawa nama sekolah, akan enggan datang dan hadir ke sekolah membantu membimbing adik-adiknya, agar bisa melanjutkan tradisi berprestasi seperti mereka terdahulu. Karena pengalaman pahit yang mereka alami, pasti masih membekas didalam hati.
Pengalaman berharga bersama mereka mengajarkan kita banyak hal. Seorang guru pembina dan pendamping mereka belajar, jangan pernah menganggap bahwa kita adalah guru hebat. Karena sangat bisa jadi siswa yang kita bina dan kita dampingi, jauh lebih hebat dari sang guru, tapi mereka dengan sengaja menyembunyikannya di depan sang guru. Puji kehebatan mereka, terus beri mereka motivasi, bukan menjatuhkan mentalnya dengan mengatakan bahwa saya lebih hebat dari kalian.
Padahal aslinya, mereka jauh lebih hebat dari sang guru. Akhirnya, siswa menjadi tidak terlalu berharap menjadi yang terbaik. Karena mereka sudah membayangkan bahwa hasil kerja keras mereka tidak akan mendapat tempat di hati sang guru. Ditambah lagi karena kesombongan sang guru, setiap prestasi yang diraih oleh siswa, jangankan mendapat hadiah, sekadar ucapan terima kasih saja mereka tidak dapatkan dengan tulus dari sang guru.
Sering saya sampaikan kepada anak-anak, biarkan semuanya mengalir apa adanya. Teruslah berjuang, andaikan sekolah tidak memberikan hadiah ataupun ucapan terima kasih, paling tidak saat kalian tamat dari sekolah ini, kalian keluar dari pintu gerbang yang megah itu dengan sebuah kebanggaan. Harus diingat, perjuangan kalian sampai ke tingkat nasional tidaklah mudah. Sangat bisa jadi, menjadi pintu kemudahan pula nantinya saat melanjutkan studi di perguruan tinggi.
***
~~ Mendalo Mas, 130725 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
