Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan) untuk Validasi Diri
Ilustrasi gambar: ChatGPT

(Bukan) untuk Validasi Diri

Tantangan Hari ke-2012

#TantanganGurusiana-6

***

Berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa dalam bidang Olimpiade Sains, bukanlah ajang validasi diri atas sebuah keberhasilan. Karena itu semua merupakan hasil kerja kolektif. Baik kesungguhan anak-anak dalam menyiapkan diri, juga kerelaan guru pembinanya yang selalu ada dalam berbagai kondisi dan keadaan.

Walau pada kenyataannya kini, ada banyak (walaupun tidak semua) pihak yang memang memanfaatkan keberhasilan siswanya, sebagai ajang pembuktian keberhasilan dirinya sebagai pembimbing. Padahal, aslinya memang karena kehebatan siswa dalam mengoptimalkan kemampuan dirinya. Namun ia tetap merendah, bahwa itu semua bukan karena kehebatan dirinya. Tapi karena dukungan dari berbagai pihak.

Sangat memalukan, manakala upaya memvalidasi diri, lalu mengakui dan mengklaim sukses seorang peserta didik, adalah satu-satunya karena kehebatan sang pembina. Padahal dalam proses, melibatkan banyak pihak. Mulai dari tim profesional sebagai pelatih, dukungan dana baik dari sekolah maupun siswa sendiri, sehingga selama proses berlangsung akan terlihat persentase keberhasilan dan kegagalannya. Lalu dimana klaim tersebut bisa menjadi fakta yang akan diterima oleh banyak pihak. Bukan menjadi contoh yang baik bagi anak, malah menjadi bumerang dilain kesempatan.

Berbagai upaya memaksimalkan hasil dari sebuah unit kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, biasanya tumbuh menuju tren positif, manakala tidak ada klaim salah satu pihak. Akan tetapi setiap komponen saling memberikan dukungan tanpa mengecilkan keterlibatan pihak lainnya. Berdasarkan pengalaman sekian lama bersama anak-anak, semakin banyak pula ilmu yang didapat.

Tidak jarang ada hal baru yang kita dapatkan dari berbagai perilaku anak. Jadi jangan nekat mengakui keberhasilan mereka karena kehebatan kita. Letakkan semuanya sesuai dengan porsi yang tepat. Akui dengan tulus, bahwa keberhasilan itu memang karena hasil kerja kolektif, bukan hasil karya orang per orang.

Manakala masih ada pihak yang menjadikan keberhasilan siswa sebagai jalan pintas memvalidasi kehebatannya, sampai masanya akan ditinggalkan dan menjadi kisah buruk dimata siswa. Menempatkan keberhasilannya dengan sebuah pujian tulus, apalagi disertai dengan memberikan hadiah dan penghargaan, maka langkah yang dilakukan tersebut juga akan tercatat dengan indah dalam ingatan anak-anak. Mulailah dari sekarang, berhenti melakukan klaim sepihak keberhasilan yang diperoleh siswa. Karena itu akan melemahkan semangatnya dimasa yang akan datang.

***

~~ Mendalo Mas, 180725 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post