Ketika Kejujuran dan Integritas Tergadai
Tantangan Hari ke-2010
#TantanganGurusiana-6
***
Selasa, 15 Juli 2025. Menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua peserta seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten. Tidak peduli seperti apa harap-harap cemas terlintas diwajah mereka. Tentu saja masing-masing anak berharap, namanya tertulis dalam kolom nama peserta yang lolos tersebut. Seperti biasa, setelah melihat dan mengamati apa yang sudah pernah terjadi, sebenarnya saya pribadi tidak terlalu berharap semua sekolah menempatkan kejujuran dan integritas diatas segala-galanya. Pengawas silang antar sekolahpun, lebih pada formalitas belaka. Kejadian nyata didepan mata, kadang luput dari perhatian, atau jangan-jangan memang ada upaya saling menguntungkan.
Jika pengawas sama-sama tahu, apa yang akan, sedang maupun pasti terjadi. Sehingga ada "bargaining" tanpa naskah tertulis, bahwa jangan terlalu ketat mengawasi siswa, yang penting pengawas antar sekolah tersebut melakukan langkah yang sama.
Ini bukan tuduhan atau fitnah, tapi karena pernah dan selalu terjadi, baik itu personal maupun terorganisir. Yang penting bagaimana caranya, siswa di sekolah masing-masing bisa lolos ke tahapan berikutnya. Sedih? Tentu saja sedih. Bukan karena jumlah siswa kita yang lolos lebih sedikit, tapi membiarkan tindak kecurangan juga bukanlah sikap yang baik. Lagian mana ada pelaku kecurangan akan mengaku, bahwa dia benar-benar melakukannya. Apalagi jika ada perintah yang sudah terorganisir oleh pihak tertentu.
Saya selalu menekankan kepada semua anak, jangan pernah melakukan tindak kecurangan dan kebohongan. Sekecil apapun bentuknya, sampai kapanpun orang tidak akan percaya bahwa kita sudah sadar dan bertobat atas perilaku tersebut. Apalagi jika kesalahan tersebut mendapat dukungan dari pihak yang seharusnya mengajarkan pentingnya menjaga kejujuran dan integritas.
Ketika kejujuran tergadai, jangan terlalu berharap nasib suatu bangsa akan berubah ke arah yang lebih baik. Dulu negeri ini sangat dikenal dengan sikap kejujurannya. Namun kini hanya cerita masa lampau yang tak mungkin lagi terulang. Jika perilaku curang, penipuan dan berbohong, sudah dianggap hal yang biasa, apalagi mendapat dukungan dan jaminan dari pihak tertentu, jangan pernah berharap akan terjadi kemajuan.
Kemunduran suatu generasi bangsa terjadi diawali oleh perilaku tidak jujur, tidak amanah, suka berbohong, atau berbagai jenis yang sama, maka bersiaplah akan mengalami masa depan yang lebih buruk. Apalagi dengan menyalahgunakan jabatan, untuk sebuah tindak kecurangan. Maka dampak yang ditimbulkannya juga sangat besar.
***
~~ Mendalo Mas, 160725 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
