Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sejenak Menepi
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Sejenak Menepi

Tantangan Hari ke-2009

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah kejadian yang menyedihkan dalam upacara pelepasan siswa ke tingkat nasional, selama kegiatan pendampingan di Makassar, sekaligus menjadi waktu memikirkan kembali, apa yang harus dilakukan berikutnya di sekolah. Untungnya, suasana tempat menginap sangat mendukung. Walaupun diliputi dengan rasa was-was, disebabkan kita menginap di Hotel Anging Mamiri, kita diminta oleh panitia lokal untuk mengisi kamar yang kosong dan sudah dibayarkan oleh panitia, tapi penghuninya (pendamping dari beberapa provinsi batal hadir).

Sambil duduk di teras hotel, yang menghadap langsung ke Pantai Losari. Getaran dan sesak di hati masih belum hilang. Walaupun sudah ditumpahkan sebagian saat bertemu pimpinan yang juga hadir. Sekadar menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi saat upacara pelepasan, yang semestinya beliau yang menjadi pembinanya. Namun harus berangkat lebih awal ke Jakarta karena sesuatu dan lain hal.

Akhirnya, didapatkan lah sebuah keputusan yang lumayan berat dan sangat menyedihkan bagi anak-anak yang sudah terlanjur dekat. Walaupun sebenarnya secara pribadi tidak ada masalah (terkait sekarang dikenal sebagai guru kejam dan jahat). Tapi saya mesti mengambil sebuah sikap, setelah kejadian sedih tersebut menimpa salah satu anggota tim yang lolos ke tingkat nasional.

Sepulangnya dari kota Makassar, saya tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Mengajar di kelas, membimbing siswa dalam tim Ekstrakurikuler Olimpiade. Seolah tidak ada masalah yang sedang melanda. Tugas menyeleksi calon anggota baru juga tetap saya tunaikan. Setelah semua hasil seleksi direkap, sesuai dengan capaian nilai serta cabang utama yang mereka pilih (pilihan pertama atau kedua), maka laporan tersebut saya serahkan kepada sang Ketua Pembina Ekstrakurikuler.

Dalam proses tersebut, kepada ketua tidak saya beritahukan jika saya sebagai sekretaris sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Kepala Sekolah. Semua berjalan normal tanpa ada yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Saya hanya mundur sebagai pengurus, tapi tetap melakukan tugas membimbing siswa sesuai bidang yang diamanahkan kepada saya.

Nah sembari berjalannya waktu, barulah semua "kaget" dengan berita saya sudah mengundurkan diri dari pengurus Olimpiade. Jadi hanya fokus dengan bidang binaan, tanpa peduli lagi dengan bidang yang lain. "Ngumpul bersama" yang selama ini saya tradisikan sudah tidak lagi saya lakukan. Jika ada waktu pembinaan hadir, saat kosong atau tidak ada kegiatan lain, maka tidak ada lagi berkumpul bersama antar semua bidang.

Biarlah semua berjalan sesuai maunya masing-masing. Mungkin sudah waktunya memikirkan diri sendiri. Tidak perlu lagi menambah beban, yang orang lain saja belum tentu peduli dan memikirkannya. Ternyata langkah tersebut memberi warna tersendiri bagi anak-anak. Saya bisa bersandiwara menjadi orang jahat yang seolah tidak peduli, padahal aslinya tetap saja hadir diam-diam dibelakang layar, yang penting kegiatan tersebut tidak diketahui oleh pembina mereka masing-masing. Dengan harapan, tahun 2009 masih ada yang berhasil lolos ke tingkat nasional di Jakarta.

***

~~ Mendalo Mas, 150725 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post