Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sepi ditengah Keramaian
Ilustrasi gambar: MetaAI

Sepi ditengah Keramaian

Tantangan Hari ke-2024

#TantanganGurusiana-6

***

2024 bukan hanya sekadar angka yang menunjukkan jumlah hari dalam mengikuti tantangan menulis bersama Gurusiana. Tapi juga mengingatkan tahun dimana dua siswa terbaik di sekolah, mampu mencatatkan namanya sebagai peserta Olimpiade Sains Nasional di Jakarta.

Pada tahun itu pula, pertama kali semenjak saya bergabung sebagai tim pembina Olimpiade di provinsi, juga sebagai guru pendamping peserta OSN tingkat nasional, merasakan kepedihan dan kesedihan peserta. Karena mereka yang menjadi juara ditingkat provinsi dan lolos ke tingkat nasional, satu rupiahpun tidak mendapatkan hadiah uang pembinaan.

Bukan tentang berapa jumlahnya, tapi hadiah dalam bentuk apapun, sangat berarti bagi siswa. Mereka yang telah berjuang dan menjadi yang terbai, tapi diabaikan. Berangkat tanpa identitas kebanggaan provinsi, karena ketiadaan pakaian seragam. Untunglah dalam kondisi seperti itu, Bupati Kepala Daerah Kabupaten Muara Bungo, menyediakan kaos seragam. Karena anaknya juga lolos sebagai salah satu peserta OSN pada cabang Matematika.

Hal ini sangat disayangkan, karena seharusnya menjadi wilayah kerja provinsi dalam menyediakan dan menangani semua keperluan peserta. Jangan ditanya ada uang saku untuk peserta. Begitu juga dengan guru pendamping. Semuanya menjadi urusan masing-masing guru dan sekolah. Jika punya biaya, silahkan berangkat. Tidak punya biaya, ya siswanya berangkat sendiri tanpa didampingi oleh guru pembina dari sekolahnya.

Tidak mau berpangku tangan melihat keanehan ini, akhirnya saya melibatkan alumni OSN dari sekolah, untuk turun tangan memberkkan hadiah kepada adik-adiknya yang lolos OSN. Usaha ini tidak mudah. Mereka bersedia memberikan dukungan dana, tapi tidak dengan membawa nama sekolah. Tapi sebagai seorang pribadi guru yang dulu juga bersama-sama mereka berjuang dalam bidang olah otak ini.

Semuanya murni dilakukan, demi memberikan hadiah kepada dua siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah ditingkat nasional. Untuk guru pendamping, biarlah menjadi urusan dirinya sendiri. Kalaupun dapat bantuan dari sekolah, jauh dari kata cukup. Untuk tiket pesawat saja masih kurang, apalagi untuk biaya hotel dan biaya makan selama satu minggu.

Ditengah kemeriahan acara, tapi lingkungan sekitar lokasi lomba, tidak menampakkan gairah sama sekali. Bisa dibayangkan, kegiatan level nasional, tapi tidak terlihat suasana meriahnya. Ibarat kata sepi ditengah keramaian. Biasanya saat perhelatan OSN, banyak sekali pernak-pernik OSN diperjualbelikan, tapi tidak saat OSN 2024. Benar-benar sepi tanpa ekspresi.

***

~~ Mendalo Mas, 300725 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post