Tempat Pilihan Saat Mudik dan Balik
Tantangan Hari ke-1997
#TantanganGurusiana-6
***
Saat melakukan perjalanan (syafar), baik waktu liburan sekolah, apalagi menjelang musim mudik lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, biasanya jalanan sangat ramai dari biasanya. Berbagai gaya pengendara dijalan. Yang mengerikan adalah saat mereka "nyalip" kendaraan lain, ada ngeri-ngeri tidak sedap melihatnya. Bukan apa-apa, saat terjadi kecelakaan dalam perjalanan, maka ada banyak kendaraan yang menjadi terdampak oleh kemacetan.
Kita biasanya dalam perjalanan selalu memilih tempat ibadah/masjid menjadi tempat beristirahat. Selain memang kita mengambil waktu istirahat saat masuk waktu shalat. Maka masjid yang menjadi tempat pilihan adalah masjid besar yang ada di sisi kiri jalan saat mudik, masjid kiri jalan pula saat balik. Ini kita lakukan untuk memudahkan mobilitas kendaraan dan penumpangnya. Sehingga tidak perlu repot menyeberang jalan.
Sepanjang rute perjalanan mudik dan balik, ada beberapa masjid yang selalu menjadi tempat terbaik menunaikan shalat zuhur dan ashar. Di Batanghari ada masjid di daerah Sridadi, sedangkan di Sarolangun ada tiga masjid, masjid yang terletak di Mandiangin, kemudian dua masjid di kota Sarolangun. Selanjutnya ada beberapa masjid di Kabupaten Merangin. Kemudian terakhir masjid di Muara Emat.
Masjid-masjid inilah yang selalu menjadi tempat yang nyaman melakukan aktivitas ibadah, sekaligus istirahat sejenak setelah lelah sebagai satu-satunya "pilot" yang mengantarkan penumpang sampai alamat. Kenapa harus di masjid, bukan di rumah makan, kantin, kafe atau yang sejenisnya. Karena kita saat mudik selalu membawa bekal dari rumah. Apalagi dengan bungkusan khusus dari daun pisang. Tentu saja aroma nasi yang dikeluarkan mengalahkan nasi dari rumah makan.
Tidak ada tempat terindah dalam beristirahat, setelah lelah mengendarai kendaraan, dengan jarak tempuh hampir 500 km tersebut selain dari Masjid. Bukan hanya lelah fisik saja yang bisa diobati, lelah bathin juga menjadi hilang. Karena dengan kesibukan dan kelelahan setiap harinya, kita masih diberi waktu lebih banyak untuk sejenak mendekatkan diri kepada Yang Kuasa. Tidak ada kebahagiaan sejati, manakala kita jauh dari Sang Pencipta.
Bagi yang masih liburan, apalagi dengan menggunakan kendaraan sendiri, maka cobalah alternatif seperti yang kita lakukan. Menikmati perjalanan dengan Masjid sebagai basis tempat melepas lelah. Selalu mendekatkan diri kepada-Nya, membuat jauhnya perjalanan terasa menjadi lebih dekat. Percayalah, tidak ada satupun kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Karena ketenangan yang dihadirkan, membuat perjalanan jauh terasa menjadi lebih dekat.
***
~~ Mendalo Mas, 030725 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
