2045 Angka Spesial...?
Tantangan Hari ke-2045
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah sekian purnama mengikuti tantangan menulis tanpa henti bersama Gurusiana, sering bertemu dengan suasana yang spesial. Baik itu bertemu angka spesial, hari spesial dan kisah-kisah yang spesial. Begitu juga dengan hari ini. Tepat pada hari yang ke-2045, tentu saja ada sesuatu yang terbayang dan mengiang ditelinga kita. Apakah itu? Nah, itulah yang akan disentil sejenak oleh penulis pemula tersebut.
Angka 2045, sering dan bahkan selalu menjadi kalimat sakti dalam orasi para petinggi negeri. Tahun 2045 dalam rangka merayakan 100 tahun kemerdekaan, bonus demografi yang luar biasa bagi generasi emas anak negeri. Pertanyaannya sederhana saja, sekarang saja kekayaan alam sudah mereka keruk dengan ugal-ugalan, serta dengan berbagai alasan yang menyertainya. Lalu warisan apa yang akan mereka para penjahat itu titipkam untuk generasi emas tersebut.
Menilik kelakuan mereka yang katanya "pejabat" yang "tidak" kompeten dibidangnya, lalu dengan retorika penuh kebohongan, meneriakkan bonus demografi bagi generasi penerus bangsa, rasanya sangat menyakitkan ditengah banyaknya kasus kejahatan pertambangan yang dibiarkan saja terus berjalan. Kerusakan alam, tidak adanya keterlibatan warga lokal sebagai pekerja dan kuntungan yang mereka dapatkan, serta banyak kasus lainnya yang diungkapkan oleh gerakan pecinta lingkungan, seolah hanya angin yang numpang lewat, lalu menghilang tanpa bekas.
Angka keramat 2045, yang seharusnya menjadi amanah yang harus selalu dijaga demi maslahat, ternyata hanya isapan jempol belaka. Indonesia emas yang selalu mereka gadang-gadangkan, lebih terlihat menjadi Indonesia cEmas. Karena kekayaan alam sudah tak lagi bersisa. Semuanya sudah mereka keruk dengan bermain mata dengan pengusaha dan aligarki yang bermain mata dengan penguasa. Keuntungan yang didapat, tidak lagi masuk menjadi kas negara, tapi menjadi bancakan para durjana.
Lalu pertanyaannya adalah, masihkan kita percaya dengan teriakan 2045 Indonesia emas, dengan bonus demografi yang melimpah. Ternyata hanyalah teriakan kosong tanpa makna. Yang terjadi justru kebalikannya. Hutang negara yang terus menjadi beban rakyat yang tak berdosa. Lalu mereka pesta pora menghabiskannya. Rakyat jelata hanya tersenyum miris sambil mengelus dada. Begitu jahat dan kejamnya mereka. Andaikan para pahlawan masih ada, yakinlah, mereka juga akan sangat kecewa dengan perilaku pejabat yang durjana.
Ternyata, 2045 itu bukanlah angka yang sangat istimewa. Karena harapan yang dititipkan hanyalah angka-angka tanpa makna. Kekayaan yang melimpah hanyalah kisah duka yang takkan ada obatnya. Kecuali Tuhan tenggelamkan mereka bersama kebohongan yang terus mereka teriakkan disetiap arena.
***
~~ Mendalo Mas, 200825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
