Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Akhirnya Tumpah Jua
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Akhirnya Tumpah Jua

Tantangan Hari ke-2054

#TantanganGurusiana-6

***

Hari Kamis,dengan pakaian khas batik Jambi dengan dipasangkan udeng khas suku Baduy, saya mengajar seperti biasa di kelas bersama anak-anak hebat. Sembari berkeliling dan memperhatikan sudah sampai dimana catatan mereka. Saya juga menggunakan kesempatan tersebut menanyakan siapa saja anak-anak yang dengan latar belakang penghafal AlQuran. Ini sangat penting, karena awal-awal sekolah ini menerima siswa baru dari jalur tahfidz, banyak diantaranya berubah. Hafalannya menjadi tidak seberapa, jangankan menambah hafalan, yang ada saja menjadi hilang.

Saat menyampaikan kepada anak-anak penghafal AlQuran, terbayang jauh kebelakang. Saat cucu mertua masih di Pondok Pesantren. Tempat ia dibimbing dan diasuh sebagai penghafal AlQuran. Sosok yang luar biasa, bersahaja tapi sangat tegas dalam membimbing anak. Begitu nama itu saya sebutkan, tanpa terasa air mata akhirnya luruh juga. Ustadz Ahmad Imaduddin, ST., Alhafidz. Beliau dengan telaten membimbing Irsyad dalam mencapai target hafalannya.

Ustadz Ahmad Imaduddin, yang biasa dipanggil Ustadz Ahmad, sosok yang selalu ada bersama Irsyad. Beliau tidak sendiri, tapi bersama adik beliau Ustadz Dzaki, yang juga seorang penghafal AlQuran (Alumni LIPIA Jakarta). Entah mengapa setiap nama beliau (Ustadz Ahmad) saya sebutkan dan ceritakan kepada anak-anak. Air mata ini tak pernah bisa dihentikan untuk turun, menetes perlahan membasahi pipi. Beliau sosok yang telah ikut memberikan warna kepada hampir semua santri. Kedekatan beliau dengan anak-anak, tidak mengubah ketegasan beliau manakala ada yang melanggar aturan.

Kini kenangan indah itu hanya bisa disimpan, akan muncul dengan tiba-tiba, manakala saya memberikan nasihat kepada anak-anak penghafal AlQuran, untuk terus menjaga hafalannya. Saat nasihat itu saya sampaikan, entah mengapa sosok yang kini telah tiada itu selalu hadir. Banyak hal yang membuat saya tak pernah berhenti menyebutkan namanya. Karena kedekatan dan ilmu yang diajarkan oleh beliau kepada anak-anak, menjadi catatan penting dan Insya Allah menjadi amal jariyah bagi beliau, yang pahalanya tidak akan oernah terputus sampai nanti yaumil akhir.

Tetesan air mata yang tumpah, menjadi saksi bahwa begitulah kecintaan saya kepada sosok penghafal AlQuran. Biarlah itu semua menjadi rekaman yang takkan pernah terhapus dan tergantikan oleh yang lain. Buat anak-anak penghafal AlQuran, teruslah berjuang menjaga hafalannya dan menambah sedikit demi sedikit hafalannya, sampai nanti menuntaskan 30 juz hafalannya dengan mutqien. Aamiin.

***

~~ Mendalo Mas, 290825 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post