Beda tapi Tetap Sama
Tantangan Hari ke-2056
#TantanganGurusiana-6
***
Selama musim masa Basis khusus siswa baru di sekolah, berbagai kegiatan lapangan dan juga di dalam ruangan, sepertinya saya secara pribadi tidak pernah absen. Bukan karena sebagai orang penting di sekolah (karena aslinya memang tidak penting), tapi ada rasa yang sangat susah dihilangkan. Sangat bisa jadi karena sejak tahun 1984 (tepatnya kelas 4 SD), sudah akrab dengan kegiatan lapangan melalui unit ekstrakurikuler sekolah, Pramuka.
Setelah sempat vakum di SMP, saat melanjutkan pendidikan di SMA, kembali aktif sebagai anggota Pramuka, bahkan menyandang status sebagai peserta terbaik, dengan ditandai nilai seleksi calon Penegak Bantara dengan nilai hampir sempurna, sehingga secara otomatis didaftarkan oleh sekolah melalui Pembina, sebagai peserta Raimuna Nasinal di Cibubur. Walaupun endingnya sudah bisa dibayangkan, pasti akan diganti oleh yang punya orang dalam.
Tidak berhenti sampai SMA, saat melanjutkan pendidikan ke Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang, kembali melanjutkan "kegilaan" sebagai anggota Pramuka. Lagi-lagi juga mendapatkan prediket sebagai anggota Racana terbaik dari semua kakak senior. Tapi sayangnya, saya menolak dan tidak bersedia menerima anugerah anggota terbaik. Karena merasa belum pantas dan belum layak menyandang gelar tersebut.
Setelah menyelesaikan pendidikan di IKIP yang pada saat wisuda, resmi berganti nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP), kembali menyibukkan diri sebagai Pembina Pramuka di sekolah. Tentu saja tantangan yang dihadapi jelas sangat luar biasa. Karena dengan status sebagai guru honorer, yang gajinya tidak seberapa dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali, sehingga kehadiran sebagai Pembina Pramuka, dinilai oleh siswa sebagai ajang untuk mencari tambahan honor.
Ucapan yang sangat tidak pantas tersebut, cukuplah saya balas dengan cara yang elegan dan membuat mereka menangis berjamaah. Uang honor sebagai Pembina saya tabung dengan utuh, lalu saya kembalikan kepada mereka dalam bentuk makan bersama (padahal saya sendiri tidak ikut menikmatinya), seolah-olah acara tersebut sebagai bentuk kegiatan perpisahan, karena harus pindah ke Muaro Jambi, karena lulus diterima sebagai guru PNS di sebuah sekolah yang dekat dengan kawasan Percandian Muaro Jambi. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 310825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
