Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan) Merdeka...
Ilustrasi gambar: MetaAI

(Bukan) Merdeka...

Tantangan Hari ke-2042

#TantanganGurusiana-6

***

Pernah satu waktu, sebagai pendidik kita dikagetkan dengan pendapat seorang anak yang sangat diluar perkiraan. Biasanya terjadi karena sang anak pernah melihat dan bahkan merasakan sendiri suatu kejadian. Sehingga begitu ada pertanyaan dari sang guru, maka jawaban dari anak nendang sangat kuat. Ibarat main bola, sang anak sedang berhadapan dengan kiper yang lagi bingung. Sehingga dapat dengan mudah memasukkan bola kedalam gawang.

Anak-anak yang dengan pemikirannya, melihat banyak kasus yang terjadi ditengah masyarakat, memantik dirinya untuk bertanya. Sekolah sebagai tempat menumbuhkembangkan anak berpikir kritis, maka kebiasaan anak bertanya hal-hal yang diluar kebiasaan, perlu mendapat tempat di hati semua guru. Bukan sebaliknya membatasi bahkan melarangnya. Pertanyaan anak melihat fenomena lingkungan disekitarnya, perlu ditempatkan dengan baik.

Mereka melihat ketidakadilan yang terjadi ditengah masyarakat, lalu muncullah pertanyaan, "Apakah benar negeri ini sudah merdeka," ketika diskusi ringan baru saja dimulai. Begitu juga saat mereka melihat fenomena yang kasat mata, anak-anak melihat langsung bagaimana seseorang dari keluarga tidak mampu, lalu hak-haknya dirampas oleh mereka yang punya "uang" dan "kekuasaan" lalu dengan semena-mena melakukan penindasan. Pertanyaan yang sama muncul, "Apakah benar negeri ini sudah merdeka."

Jangan heran, manakala anak-anak hebat ini, memunculkan pendapat yang mengagetkan. Pernah satu waktu, seorang anak menyampaikan, bahwa dia yang memiliki kemampuan akademik bagus, bahasa asing (Inggris) sangat mantap, lalu sambil diskusi ringan mengatakan bahwa dia ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, dengan menyebutkan nama universitas yang akan dia tuju. Sebagai guru, tentu saja sangat mendukung cita-cita dan keinginan anak tersebut.

Lalu apa yang membuat saya "sedikit" kaget, saya juga nanti saat kuliah, akan mengurus pindah warga negara. Kaget? Tidak sepenuhnya sih, tapi ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, terutama para pemimpin negeri ini. Kenapa pindah nak? Jawabannya asyik untuk disimak. "Sudah capek melihat semua ketidakjelasan pemimpin negeri ini, Yah." (Kebetulan anak-anak memanggil saya sebagai gurunya dengan panggilan Ayah).

Lihat saja, SPP (UKT) di perguruan tinggi milik pemerintah. Mereka dengan sangat ugal-ugalan menentukannya. Terlihat oleh mereka bentuk ketidakadilan dalam pendidikan. Belum lagi mereka melihat fenomena yang bukan hal tabu lagi didengar. Masuk sekolah kedinasan dengan cara keji dan kotor alias menyogok dan bekingan orang dalam. Lalu kapan anak-anak hebat dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan yang luas mendapatkan apa yang menjadi haknya. Apa tidak nendang banget ulasan pemikiran mereka.

Yang sangat menarik saya ceritakan adalah saat anak ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, sekaligus ingin mengurus kepindahan status warga negaranya. Di negeri ini tidak perlu orang pinta, tapi pinta-pintar dan memelihara kelompok penjilat. Untuk apa saya tinggal dinegeri seperti ini. Apalagi saya tidak memiliki keluarga pejabat dan bukan dari keluarga kaya raya. Mending kuliah di luar negeri, mencari beasiswa sampai menyelesaikan kuliah disana, lalu memilih untuk tinggal di negara tersebut.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah benar negeri ini sudah merdeka? Maka dengan jujur saya akan menjawab, bukan merdeka. Kalau dari penjajajah, seperti yang diperjuangkan oleh para Pahlawan, benar. Tapi sekarang? Merdeka itu hanya milik mereka yang berkuasa, lalu berkhianat terhadap rakyatnya. Ini bukanlah kemerdekaan. Teriakan merdeka hanyalah retorika belaka. Apalagi kepada kita sering disuguhkan teriakan NKRI harga mati. Seolah merekalah yang paling NKRI. Tapi mereka yang berteriak tersebut hampir bisa dipastikan yang menggerogoti negeri ini dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Benarkah negeri ini sudah merdeka? Entahlah.

***

~~ Mendalo Mas, 170825 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post