Hanya Kisah Berulang
Tantangan Hari ke-2053
#TantanganGurusiana-6
***
Siang dan malam, pagi dan sore, hujan dan panas, serta banyak hal yang berpasangan, menghiasi setiap langkah dalam meniti hari-hari setiap makhluk hidup. Tentu saja, bagi kita ummat manusia, akan muncul pertanyaan sederhana, namun berbagai jawaban bermunculan. Kenapa seringkali hal yang sama berulang terjadi. Walaupun sudah sedemikian rupa usaha untuk menghindarinya. Ataukah memang benar, sehebat apapun kita, sejarah pasti akan berulang. Tergantung siapa yang lebih dominan menguasainya dan menempatkan masing-masing kita dengan berbagai peran. Apakah peran antagonis ataupun protagonis.
Menilik apa yang sekarang terjadi, banyak sekali membawa kita ke kisah masa lalu. Sebut saja misalnya berteriak menjadi yang paling NKRI, tapi endingnya ternyata menjadi penjahat negeri. Lihat dan baca sejarah, dulu saat tahun 1960an, yang berteriak keras merasa paling NKRI, lalu menyerang kelompok yang berseberangan dengan aliran dan pahamnya adalah kelompok PKI. Demikian juga kini terulang sejarah lampau disebuah negeri.
Bertahan ditengah krisis akhlak, moral dan integritas para pejabatnya, sebenarnya dulu juga pernah terjadi. Biasanya mereka sangat dekat dengan kekuasaan. Tidak peduli mereka layak atau tidak dengan posisi dan jabatan tersebut. Selama itu menguntungkan, maka dengan tebal muka alias muka tembok, mereka ambil kesempatan itu, bukan untuk maslahat rakyat, tapi untuk memperkaya diri dan keluarga serta kelompoknya. Tanpa sedikitpun berempati dengan nasib rakyat.
Manakala kita sedang berhadapan dengan kondisi seperti ini, tentu saja ada kesedihan dan kepedihan hati. Sebagai rakyat yang memiliki hak kedaulatan yang dilindungi oleh undang-undang, hanya bisa duduk pasraha tanpa bisa melakukan apapun. Jika melawan, maka bersiaplah menghadapi banyak tekanan. Tidak jarang dengan hantaman yang memilukan. Tameng kekuasaan memang sangat kejam terhadap rakyatnya.
Kue kekuasaan itu memang manis bagi mereka yang rakus dan haus jabatan. Tapi tidak bagi yang amanah. Ada rasa takut yang luar biasa manakala tidak menunaikan tugas dengan baik. Bayangan pengadilan akhirat, membuat sosok yang amanah akan lurus dalam berbuat. Tidak perlu melihat sejarah para pejuang, seperti Bung Hatta yang lebih memilih mundur dari jabatan Wakil Presiden, serta banyak sosok pejuang lainnya yang selalu berada di garis lurus bersama rakyat. Sampai hari ini, namanya tetap harum di dalam hati rakyat.
Perulangan sejarah itu pasti. Lihat saja sosok lurus, mereka dengan cepat dihabisi dan dilemahkan posisinya. Karena dianggap menjadi batu sandungan bagi kelompk yang rakus dan haus kekuasaan. Bukankah pada masa lalu juga terjadi. Lalu bagaimana kita menghadapinya? Tugasnya memang tidak ringan, tapi bukan berarti tidak bisa. Mari kita secara bersama-sama menyiapkan anak muda yang hebat dan kuat karakternya. Melalui tangan mereka, carut-marut negeri ini bisa diselesaikan.
Masih banyak anak muda dengan idealismenya untuk kebaikan dan kemaslahatan negeri ini, mereka tidak mudah ditipu dengan iming-iming jabatan dan kekuasaan, dimana mereka hanya dijadikan alat bagi kepentingan orang jahat. Kepada merekalah semuanya perlu dititipkan. Bukan kepada mereka yang oportunis. Melihat kesempatan untuk memperkaya diri, lalu melupakan idealismenya yang dulu sangat luar biasa.
Jangan menjadi bagian dari kisah yang berulang, tapi kita berada didalam kelompok pusaran sumber masalah. Jadikan setiap diri menjadi bagian dari ikon perubahan ke arah yang lebih baik. Andaikan sejarah berulang, maka kita tercatat sebagai kelompok yang konsisten berada di jalan kebenaran, bukan dijalan "kebetulan."
***
~~ Mendalo Mas, 280825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
