Jejak yang Hilang
Tantangan Hari ke-2040
#TantanganGurusiana-6
***
Setiap kita pasti memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda atas suatu permasalahan. Walaupun memiliki peluang untuk bertemu dalam satu pandangan yang sama. Akan tetapi tetap bisa duduk berdampingan tanpa harus menyerang personal masing-masing orang.
Belajar dari sejarah dan melihat bagaimana para pejuang dan pemikir dalam sebuah negeri yang katanya sangat ramah, tapi makin ke sini makin ke sana. Makin jauh dari kata cerdas. Perdebatan seringkali diakhiri dengan hujatan dan serangan terhadap personal. Ini bukanlah hal biasa. Karena sangat bisa jadi, mereka yang suka menyerang pribadi, menjelekkan ras tertentu, lalu memperlihatkan dirinya yang tidak berkelas, tapi selalu merasa lebih baik dan lebih hebat. Berbeda sekali dengan apa yang dilakukan oleh tokoh bangsa ini.
Sebut saja KH. Agussalim,. M. Natsir, Tan Malaka, Burhanuddin Harahap dan puncaknya adalah Bung Hatta. Mereka adalah tokoh pemikir bangsa ini. Selalu mampu berdebat atas suatu permasalahan, hasilnya adalah sebuah kebijakan dan keputusan yang sangat hebat untuk keselamatan bangsa ini. Tapi upaya yang dulu telah mereka lakukan, oleh sekelompok orang yang terorganisir, berusaha menghilangkan peran tersebut. Sampai ada yang ingin menghapus jejak Bung Hatta yang sampai hari ini dikenal sebagai Bapak Koperasi.
KH. Agussalim dalam perdebatannya di semua forum, tetap saja mengedepankan keluhuran budi dan kehebatannya dalam memberikan pandangan yang sangat ilmiah. Lalu sekarang? Kalaj dalam berdebat, langsung menyerang pribadi pihak lawan dengan narasi yang jauh dari kata ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa kelas yang bersangkutan sangat rendah. Walaupun aecara akademik memiliki gelar mentereng.
Coba baca kembali perjalanan Bapak M. Natsir. Yang dikenal sebagai tokoh pemersatu NKRI dengan Mosi Integral M. Natsir. Upaya yang beliau lakukan, telah mengembalikan negeri ini yang awalnya berbentuk federasi (negara federal buatan penjajah Belanda), lalu dengan Mosi Integralnya, negara federasi berubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Eh sekarang, ada yang mengaku dan merasa paling NKRI. Lalu menyerang orang lain dengan narasi yang sangat menyakitkan. Ternyata, mereka yang mengaku paling NKRI inilah merupakan kelompok yang menghancurkan NKRI.
Inilah jejak yang hilang, jika tidak diwaspadai oleh generasi muda negeri ini yang peduli, maka jurang kehancuran itu akan semakin terasa dan sangat dekat. Jangan-jangan, apa yang disampaikan oleh seseorang waktu itu, bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030 adalah benar adanya. Karena mereka sendiri yang menjadi pelakunya. Bersiaplah menghadapi perlawanan yang sangat keras dari rakyat, manakala semakin jauh dari rasa keadilan, sesuai dengan amanat undang-undang.
***
~~ Mendalo Mas, 150825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
