Merindukanmu...
Tantangan Hari ke-2050
#TantanganGurusiana-6
***
Setiap datang ke kampus ini, banyak kenangan berseliweran muncul tanpa direncanakan. Bukan apa-apa sih, karena memang sejak anak mengenyam pendidikan di sekolah ini, berbagai hal dirasakan oleh anak dan orang tuanya. Bayangkan saja, sang nakhoda sekolah dan pihak yayasan saja mengatakan kita orang tua santri adalah orang tua yang nekat dan sangat berani. Karena kondisi sekolah masih sangat darurat.
Saat mendaftarkan anak ke sekolah ini saja, belum banyak gedung yang tampak. Masjid saja masih dalam kondisi sedang dalam proses pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari tiang-tiang besi yang masih berdiri tegak tanpa semen. Pondasi yang terlihat masih dalam kondisi menunggu pengerasan. Lalu kita orang tua santri datang dan hadir mendaftarkan anak masuk sekolah ini.
Setelah mengikuti semua proses penerimaan santri baru, mulai dari pendaftaran, tes akademik dan baca Quran, lalu menunggu hasil tes. Begitu hasil tes santri baru diumumkan, semuanya kembali hadir ke sekolah ini. Yang membuat kita orang tua kaget, Masjid sudah mulai dikerjakan dan dinding sedang proses pengerjaan. Belum hilang kekagetan kita, saat mengantarkan anak-anak (santri/santriwati), masjid sudah bisa digunakan sebagai tempat bertemu semua orang tua santri/santriwati, guna menerima informasi terkait kegiatan yang akan diikuti oleh santri baru di sekolah.
Setelah melewati masa pembinaan santri baru melalui kegiatan QTA (Quantum Tahfidz As Shiddiiqi), selama lebih kurang 3 bulan, dengan fokusnya hanya pada hafalan AlQuran, tanpa dibebani dengan pelajaran di kelas. Hasilnya? Sangat luar biasa. Ada banyak anak dalam waktu 3 bulan, bisa menuntaskan setoran hafalan 30 juz, 25 juz, 20 juz, 15 juz, 10 juz dan paling sedikit 5 juz. Dengan kondisi sekolah yang masih darurat, ruang kelas di lantai 2, dialihfungsikan menjadi asrama santri dan ruang untuk shalat berjamaah.
Kini, suasana darurat itu telah berubah menjadi kawasan yang menyejukkan. Gedung berdiri megah, fasilitas belajar yang sangat memadai, bahkan sekarang sudah menerapkan pembelajaran berbasis IT. Tidak dengan menggunakan komputer, laptop atau sejenisnya. Tapi semua santri sudah menggunakan iPad gen-11 dan gen-10. Kerinduan untuk kembali datang ke tempat ini adalah kisah nyata. Setelah anak sulung menyelesaikan pendidikan di sekolah ini, sejak kelas 7 sampai menamatkan SMA plus dengan perubahan status sekolah, yang sebelumnya hanya dalam bentuk SMP-IT dan SMA-IT, kini dipayungi dalam naungan Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi.
Hari ini, Minggu 24 Agustus, kembali hadir ke tempat yang selalu dirindu. Menemani anak gadis dalam sesi kunjungan bulanan, setelah sebelumnya mendapat bonus kunjungan setelah mengikuti program Parenting. Lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke kampus khusus santri. Karena ada dua orang anak adik yang juga mondok di sekolah ini.
Jika banyak tempat yang selalu menghadirkan kerinduan untuk selalu dikunjungi, maka Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi adalah salah satunya. Sekolah yang telah melahirkan banyak penghafal AlQuran, serta mengirimkan santrinya melanjutkan studi di Universitas tertua di dunia, Al Azhar Cairo, Mesir. Bukan apa-apa, sekolah baru yang santrinya sudah puluhan orang melanjutkan pendidikan di Al Azhar, Cairo, Mesir.
Semoga kerinduan ini terus berlanjut, sampai nanti semuanya menuntaskan pendidikan di Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi. Sekolah Masa Kini, Sekolah Qurani, Sekolah Berprestasi. Jaya selalu dalam ridha Ilahi. Aamiin.
***
~~ Mendalo Mas, 250825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
