Pembunuhan Berantai dan Terencana
Tantangan Hari ke-2037
#TantanganGurusiana-6
***
Perjalanan darat dari Sumatera menuju pulau Jawa, tentu saja sepanjang perjalanan ada banyak hal yang menjadi perhatian. Tapi ada syaratnya, tidak dapam kondisi tidur di dalam kendaraan. Karena ada orang, begitu duduk manis dalam kendaraan, langsung matanya tidak bisa diajak damai. Tiba-tiba matanya meredup kurang dari 5 watt, lalu terlelap dalam mimpi.
Nah setelah sekian jauh keluar dari pintu tol Muaro Sebapo - Bayung Lencir, tiba-tiba terlihat pemandangan unik. Kebun Sawit yang berada dipinggi jalan, semua pohonnya dalam kondisi seragam mati. Tentu saja ini pasti sudah direncanakan dengan sangat matang oleh pihak tertentu untuk membunuhnya.
Sesuai dengan penjelasan pasal 340 KUHP, bahwa pembunuhan berencana itu adalah upaya menghilangkan nyawa dengan terencana dan dilakukan secara matang. Nah setelah memperhatikan kondisi pohon sawit yang mati secara serentak tersebut, saya langsung saja menjadi ingat dengan upaya pembunuhan berantai dan terencana. Ini tentu saja ada maksud tertentu. Karena ingin menguasai lahan tersebut dengan tanaman yang baru.
Dulu saat debat, pernah ada yang mengatakan bahwa sawit itu pohon. Benar sih. Tapi pohon yang paling banyak menimbulkan proses terjadinya pemanasan global. Karena sawit yang dalam usia produktif, rata-rata dalam 24 jam memerlukan pasokan air hampir 1000 liter. Bisa dibayangkan, jika dalam satu lahan terdapat 1000 batang pohon. Maka jawab sendiri jumlah air yang dikuras oleh sawit. Jadi wajarlah dilakulan upaya pembunuhan berantai dan terencana. Agar tidak bertambah penyumbang pemanasan global.
Pembunuhan yang dilakukan, jika dengan tujuan mengganti jenis tanaman lain yang baru, tentu saja menjadi hal yang sangat baik bagi lingkungan. Selain mengurangi dampak buruk dari tanaman tersebut, juga bisa menambah pasokan air tanah bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Tempat yang biasanya susah mendapatkan air tanah untuk keperluan sehari-hari, akhirnya menjadi tersedia lumahan banyak. Entahlah. Yang jauh lebih penting lagi, bahwa pembunuhan berantai dan terencana tersebut, menambah daftar panjang penguasaan lahan oleh korporasi dan tidak jarang juga menghilangkan hak-hak penduduk di sekitarnya.
***
~~~ Mendalo Mas, 120825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
