Sahabat Jadi Keluarga
Tantangan Hari ke-2031
#TantanganGurusiana-6
***
Kisah ini sepertinya tidak pernah ada kata selesainya. Bermula dulu, saya berjumpa dengannya saat selesai kegiatan Pelatihan Guru di P4TK IPA Bandung, Jl. Diponegoro. Kota Bandung. Setelah sejenak saya menginap di rumah seorang dosen UPI Bandung, yang juga merupakan sahabat sekaligus saudara angkat dari Yogyakarta.
Saya bertanya ke beliau, apakah ada alumni Geo UPI yang bisa saya ajak ke Jambi. Beliau langsung respon dan menerlpon salah seorang mahasiswa bimbingannya dulu saat di kampus. Saat hubungan telpon tersambung, Mas Hendro langsung menyerahkan HPnya ke saya, beliau hanya sekilas menyampaikan kepentingannya menelpon. Sebagai guru yang berasala dari semua daerah di negeri ini, sesuai dengan daerah mana lawan bicaranya, maka bahasa saya juga menyesuaikan. Minimal dealek bahasa daerah yang bersangkutan bisa saya layani dengan baik.
Dengan dealek Sunda yang khas, Kang Arif masih dengan kekagetannya, kok ada orang yang tiba-tiba ngomong dengan bahasa Sunda dan dealek Sunda yang oke punya. Akhirnya disepakati untuk langsung bertemu di rumah kontrakan sang dosen. Cerita panjang lebar, yang endingnya berhasil menggugah hati Kang Arif untuk berkenan ke Jambi. Tentu saja bukan sekadar main, tapi menjadi guru Geografi di sekolah.
Kisahnya tidak ada kata selesai. Walaupun Kang Arif harus pindah, karena kondisi sekolah yang kurang "kondusif" untuk seorang guru honorer. Status dan gaji yang tidak pasti, tentu saja akan membuat semua orang berfikir, bagaimana menafkahi keluarganya di daerah rantau. Kang Arif pindah tugas ke SMA Dwi Warna. Tapi sekali lagi hubungan persaudaraan itu tidak pernah terputus.
Saat saya mengunjungi sekolah beliau, studi tiru pengelolaan asrama dan kegiatan keasramaan, maka SMA DW inilah yang pertama kali menjadi target kunjungan. Mengingat kembali kisah perjuangan yang takkan bisa tergantikan oleh siapapun. Mengantarkan anak berprestasi di level nasional dan pulang dengan medalis. Namun sang guru dan siswanya tidak pernah me dapatkan perhatian, apalagi penghargaan. Justru pengalaman itu pula yang mengajarkan arti dari perjuangan yang sebenarnya. Berbagai kisah yang kita alami bersama, membuat hubungan rekan kerja dan teman kerja menjadi saudara.
Bukanlah hal yang mengada-ada. Saya dan Kang Arif seperti Kakak Adik yang terpisah oleh daerah yang berjauhan. Satu dikampung halaman dan satunya lagi tinggal di perantauan. Berangkat dari bagaimana dulu Ayah mendidik dan mengajarkan saya. Punya saudara di banyak daerah, dari berbagai suku dan agama, adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Kuncinya sederhana, bahkan tidak semahal kunci inggris. Belajar menerima dan mengharga tanpa ada maksud terselubung dibaliknya. Ketulusan hati dan kemurnian jiwa, telah merekatkan hati setiap kita yang akhirnya menjadi saudara. Bukan terlahir dari ayah dan ibu yang sama, tapi kita memilki hubungan kedekatan sebagai keluarga.
***
~~ Perum. Kahuripan, 060825 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
