Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Arisan Keluarga itu Seru...
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Arisan Keluarga itu Seru...

Tantangan Hari ke-2071

#TantanganGurusiana-6

***

Minggu, 14 September 2025. Seharusnya saya dan anak mertua mendapat dua kartu undangan resepsi pernikahan. Satunya di Asrama Haji Kota Baru Jambi. Satunya lagi di Desa Selat, Kabupaten Batanghari. Sejak awal memang sudah meniatkan untuk berusaha hadir. Apalagi salah satu dari aalah duanya adalah orang yang benar-benar dekat san kenal.

Pengantin yang resepsinya di Asrama Haji, selama tiga tahun selalu bersamanya. Biasa dipanggil Ayah oleh anak-anak di sekolah. Setelah tamatpun, tidak berubah. Kedekatan sebagaimana seorang anak dengan orang tuanya, bukan sebagai guru yang pernah mengajarkannya di sekolah. Tapi apa daya, kita bisa saja berencana, tapi keputusan tetap saja apa yang sudah digariskan Allah di lauhilmahfudz. Ternyata pada hari yang sama, saya dan anak mertua mendapat giliran sebagai tuan rumah Arisan bulanan keluarga besar yang satu kampung, kebetulaan (eh salah. Maksudnya kebenaran, karena kebetulan itu tidak sengaja) yang sama-sama merantau di Kota Jambi dan sekitarnya.

Demikian juga dengan undangan dari Bang Iwan dari Desa Selat, Kabupaten Batanghari. Beliau yang hari-harinya bertanggung jawab dengan semua urusan kebersihan di komplek tempat tinggal, memberikan undangan ngunduh mantu ponakannya (ngunduh=download). Masih dengan alasan yang sama. Karena sebagai tuan rumah Arisan, maka suka tidak suka ya harus ikhlas menjalaninya.

Sejak pagi, setelah pulang dari Masjid, saya sejenak menikmati hidangan air putih seadanya. Bukan tidak ada kopi, teh dan gula. Karena memang mengingat banyaknya pekerjaan yang harus selesai, maka membuat sering lupa diri jika minum-minuman yang manis. Karena yang bersangkutan memang sudah manis. Itulah kenapa saya menyebutnya Arisan itu Seru. Karena banyak kisah masa lalu yang diceritakan kembali dengan suasana yang berbeda. Ditambah lagi, banyak kisah yang mengajarkan bagaimana dulu penanaman nilai karakter kepada anak itu sangat luar biasa. Menjadi cerminan generasi masa kini. Bagaimana menyiapkan generasi penerus yang lebih baik.

Dipenghujung acara, ketua arisan yang selalu mendapat tugas memimpin doa, dilanjutkan dengan acara makan ala keluarga besar. Tidak ada istilah malu dan jaga image. Karena acara makan-makan ini memang sudah sejak awal diatur sedemikian rupa, menjadi waktu yang tepat untuk terus menjaga kehangatan dan kedekatan semuanya. Apalagi semua anggota arisan memang memiliki hubungan kekerabatan alias hubungan keluarga yang sangat dekat.

Jadi, jika ada banyak kelompok arisan, hebohnya saat pembagian uang arisan, tapi tidak dengan arisan keluarga yang satu ini. Selama acara, berbagai kisah masa lalu, mulai dari hal yang paling "konyol" sampai hal yang serius, semuanya mengalir seperti air. Berhentinya nanti saat waktu pulang. Kadang sampai harus shalat magrib berjamaah di rumah tempat arisan berlangsung.

***

~~ Mendalo Mas, 150925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post