Buah Simalakama itu TeKaA
Tantangan Hari ke-2067
#TantanganGurusiana-6
***
Tidak ada angin dan tidak ada hujan, karena memang tidak ada hubungan langsung dengan peristiwa alam tersebut. Tepatnya terkait dengan munculnya model ujian yang baru, sebagai pengganti berbagai merk dan model penilaian untuk siswa kelas akhir. Baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan lebih-lebih lagi Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Madrasah sesuai jenjang dan tingkatan yang sama.
Belum jelas teknis pelaksanaannya, berbagai kisah yang menyertainya tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terutama guru di sekolah serta siswa yang menjadi tokoh sentral dari proses Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Pelaksanaannya yang nantinya akan seperti apa, juga berbagai drama yang mengikuti langkah dan perjalanannya, sepertinya bisa mengalahkan keseruan drama korea, yang gemar ditonton oleh jutaan anak manusia diberbagai negara, apalagi Indonesia. Sampai emak-emak garis keraspun, ternyata menyukainya.
Menjadi simalakama, jika dimakan bapak mati, tidak dimakan emak mati, dikulum diri sendiri yang mati. Itulah dilemanya TKA. Pemerintah, tepatnya instansi yang berranggung jawab terhadap pelaksanaan TKA, sepertinya setengah hati dengan makhluk yang satu ini. Munculnya informasi bahwa TKA tidak wajib, tentu saja menyisakan banyak tanya. Apakah nantinya lembaga pendidikan setingkat lebih tinggi dari pendidikan yang sedang ditenpuh, tidak akan meminta dan menjadikan TKA sebagai prasyarat mendaftar dan atau sebagai berkas yang wajib dikumpulkan saat yang bersangkutan sudah dinyatakan lulus.
Lalu bagaimana dengan nasib siswa yang memilih tidak ikut TKA? Atau untuk kasus lainnya, ada siswa yang memilih mata pelajaran pilihan IPS, lalu saat mendaftar untuk seleksi masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun luar negeri (swasta, red), ternyata jurusan/program studi yang dipilih berbeda dengan mata pelajaran piliha saat mengikuti TKA. Lagi-lagi, yang akan menjadi korban nantinya tetap saja siswa.
Jika sudah seperti ini, apa yang harus dilakukan? Akhirnya semua siswa diwajibkan oleh pihak sekolah mengikuti TKA. Untuk mengantisipasi hal-hal buruk dibelakang hari. Lalu pertanyaan siswa, bagaimana dengan mata pelajaran pilihan yang mereka pilih, berbeda dengan pilihan program studi saat melanjutkan studi di perguruan tinggi. Sampai hari ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak yang berwenang. Kita nikmati saja, semua drama seru ini. Sampai nanti, kita melihat apakah akan ada korban bergelimpangan, atas kebijakan yang entah bijak atau tidak.
Jadi ingat dengan iklan sebuah produk, buat anak kok coba-coba.
***
~~ Mendalo Mas,110925 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
